5 Kebiasaan Orang Jepang yang Harus Dicontoh oleh Masyarakat Indonesia

By | September 21, 2018

Jepang adalahsalah satu negara yang sangat estetis di distrik Asia. Mulai dari makanan, fashion, tujuan wisata, sampai budayanya memiliki pesona tersendiri. Di samping itu, semua penduduk Jepang pun terkenal bakal kebiasaan-kebiasaan mereka yang paling positif. Sehingga, kelaziman orang Jepang itu sangat layak untuk dijadikan contoh supaya prilaku hidup kita dapat semakin lebih baik.

Oleh sebab itu, dalam pembahasan kali ini, Job-Like akan membicarakan 5 kelaziman orang Jepang yang mesti dicontoh oleh masyarakat Indonesia. Apa saja?

1. Sangat Memerhatikan Kebersihan
Masyarakat Jepang sangatlah menghargai kebersihan. Hal ini terlukis dari kelaziman mereka yang kerap mencuci sampah di tempat-tempat umum atas dasar inisiatifnya sendiri, tanpa paksaan dan suruhan dari orang lain. Padahal, barangkali sarana umum tersebut telah mempunyai petugas kebersihan. Tentu urusan ini berbanding terbalik dengan kelaziman masyarakat Indonesia yang pada umumnya tidak jarang kali melemparkan sampah sembarangan.

2. Tertib
Di samping memerhatikan kebersihan, masyarakat Jepang pun terkenal bakal kebiasaannya yang tertib. Warga Jepang telah terbiasa hidup tertib dan teratur, karena mereka sadar bahwa seluruh orang mempunyai kepentingan yang sama. Jika mesti antre, maka mereka bakal mengantre dengan tertib. Bahkan, urusan ini pun biasa mereka lakukan saat sedang hendak masuk ke dalam susunan kereta. Tentu, urusan ini sangat bertolak belakang jauh dengan kelaziman masyarakat Indonesia yang tidak jarang kali rebutan bila hendak naik ke susunan kereta.

3. Memiliki Rasa Malu yang Tinggi
Masyarakat Jepang pun mempunyai rasa malu yang paling tinggi. Budaya malu ini laksana sudah mendarah daging, maka tidak heran andai orang Jepang melakukan kesalahan, mereka bakal benar-benar merasa bersalah dan meminta maaf. Orang Jepang tidak bakal pernah menyangkal kekeliruan yang sudah diperbuatnya, malah sebaliknya, mereka akan berjuang untuk menebus kesalahannya. Bahkan, urusan ini terlukis dari sikap semua anggota pemerintahan Jepang. Belum lama ini, Hakubun Shimomura yang mejabat sebagai menteri olahraga Jepang secara sah mengundurkan diri atas inisiatif dari dirinya sendiri. Hal ini diakibatkan karena dirinya merasa sudah gagal untuk mengerjakan pembangunan stadion yang akan dipakai dalam ajang Olimpiade 2020 di Tokyo. Di samping mengundurkan diri, Hakubun Shimoura pun mengembalikan gaji 6 bulan terakhirnya untuk negara.

4. Pekerja Keras
Pekerja keras sangatlah identik dengan penduduk Jepang. Masyarakat Jepang telah terbiasa ditempa sejak kecil guna tumbuh menjadi orang yang tidak gampang menyerah. Maka dari itu, tidak heran andai melihat negara Jepang berkembang paling pesat. Hal ini diakibatkan karena baik atasan dan pun bawahan di perusahaan Jepang adalahpekerja keras yang tidak bakal pernah kembali ke lokasi tinggal sebelum pekerjaannya selesai. Mereka juga nyaris tidak pernah mengeluh dengan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.

5. Lebih Mengutamakan Transportasi Umum
Sungguh ironis rasanya menyaksikan masyarakat Jepang yang terbiasa untuk memakai transportasi umum, sementara masyarakat Indonesia lebih mengkhususkan untuk naik kendaraan pribadi. Padahal, kendaraan individu yang dipakai oleh penduduk Indonesia nyaris rata-rata adalahmotor atau mobil produksi Jepang. Mungkin urusan ini dapat dibilang wajar, karena transportasi umum di negara Jepang sangatlah bagus dan nyaman, sementara transportasi umum di Indonesia tidaklah demikian.