Charge Baterai Ponsel di Tempat Umum Bisa Terkena Malware

By | November 17, 2018

Charge Baterai Ponsel di Tempat Umum Bisa Terkena Malware – Salah satu modus baru guna menyebarkan malware ternyata dapat dilakukan andai pemakai mengerjakan pengisian daya alias “ngecas” baterai ponsel pada kabel yang terdapat di lokasi umum.

Beberapa lokasi umum, seringkali meluangkan kotak dan kabel-kabel untuk memenuhi daya. Berdasarkan keterangan dari Yudhi Kukuh, analis ketenteraman dari ESET bahwa peretas dapat menginfeksi layanan itu supaya kabel mengantarkan malware untuk korban. Hal-hal kecil laksana inilah yang menurut keterangan dari Kukuh tidak sedikit yang tidak disadari oleh masyarakat.

“Banyak orang ketika ini tuh melulu sekedar gunakan saja. Bisa disebutkan mereka hanya dapat pakainya saja. Padahal saat sebuah perlengkapan yang dipunyai itu tidak diurus, tidak diupgrade (diperbarui software), maka urusan itu dapat menyebabkan rentan terhadap ancaman malware,” ungkap Yudhi pada konferensi pers Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0

Berdasarkan studi Ponemon Institute, pada 2018 rata-rata kerugian dampak pelanggaran data secara global pada tahun ini menjangkau US$3,86 juta atau selama Rp56,5 miliar. Di samping itu, Breach Level Index pun mengungkap sudah terjadi 945 pelanggaran data yang mengakibatkan 4,5 miliar daftar data hilang di semua dunia pada 2018.

Melihat tingginya angka ancaman durjana siber, Yudhi menghimbau supaya masyarakat tidak sembarangan untuk memenuhi daya ponsel mereka di kotak untuk memenuhi daya di lokasi umum. Di samping itu, ia pun mengimbau supaya warga mengambil tahapan antisipasi berikut.

Hati-hati gunakan wifi umum

Perlu dikenang bahwa suatu layanan umum dapat dipakai oleh siapapun. Dalam urusan ini, pelaku bisa memasukkan virus malware ke dalam router itu dan menciptakan siapapun yang menggunakannya bisa terserang virus.

Penyimpanan sandi dalam perangkat

Sama halnya laksana wifi umum, saat pemakai menyimpan kode sandi pada perlengkapan miliknya dan terhubung dengan router yang telah ditanamkan virus. Maka data-data itu dapat disaksikan oleh pelaku.

Unduh software dari website tak resmi

Hal ini sering terjadi saat masyarakat mengharapkan sebuah software tanpa memperdulikan sumber dari data tersebut. Padahal, pelaku pun dapat memasukkan virus ke dalam data software tersebut.

Setel ulang perlengkapan baru

Yudhi menghimbau masyarakat untuk mengerjakan penyetelan ulang (reset) pada perlengkapan yang baru digunakan. Hal ini dilaksanakan untuk menghindari malware yang telah ditanam pelaku ke dalam perlengkapan tersebut.

Pakai lebih dari satu anti-virus

Di samping meminimalisirkan koneksi pada perangkat, Yudhi pun menegaskan bahwa sistem ketenteraman tidak dapat mengayomi perangkat 100 persen. Setiap sistem ketenteraman pasti mempunyai algoritma yang bertolak belakang untuk mengidentifikasi virus. Maka dari itu, butuh adanya layering atau pengamanan berlapis dalam mengayomi perangkat.

Selengkapnya di  www.sekolahan.co.id/