Fenomena Galaksi Bimasakti,, Menjadi Sebuah Ajang Rekreasi Belajar

By | August 27, 2018

Fenomena Galaksi Bimasakti,, Menjadi Sebuah Ajang Rekreasi Belajar

Pada Sabtu (6/7/2016) malam sejak pukul 19.00 WIB, warga Bandung berdatangan ke halaman Gedung Sate Bandung. Mereka mengantre, berburu menyaksikan Galaksi Bimasakti melalui teropong yang di sediakan pengelola Observatorium Bosscha, Lembang.

Fenomena Galaksi Bimasakti,, Menjadi Sebuah Ajang Rekreasi Belajar

Di bawah teropong bintang, senyum mereka merekah. Mereka sanggup menyaksikan bulan bersama dengan jelas. Bahkan semua lubang bulan terlihat. Tapi Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus tak tampak sebab masih terhambat polusi cahaya. Wajar saja, sebab lampu Gedung Sate masih menyala.

“Menyenangkan. Tadi menyaksikan bulan dulu, yang lainnya belum muncul, masih terhambat awan,” ujar keliru satu pengunjung Anisa Aulia Indra (23), di dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (7/8/2016). Peneliti Bosscha, Mohamad Irfan menjelaskan, penampakan Galaksi Bimasakti sanggup disaksikan semua titik di Indonesia.

Taburan bintang di langit sanggup nampak kalau tidak tersedia sinar yang mengganggu atmosfer bumi. Seluruh tempat sanggup menyaksikan fenomena ini. Tepatnya di atas kepala. “Kami berikan pembelajaran juga masyarakat bersama dengan fenomena bertaburan bintang di langit ini.

Kita juga mengidamkan beri tambahan pelajran pada masyarakat, taburan bintang di langit itu berfungsi bagi manusia maupun lingkungan kita,” ucapnya. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menilai, fenomena timbulnya Galaksi Bimasakti jadi ajang rekreasi sekaligus pembelajaran bagi masyarakat.

Masyarakat sanggup membuktikan apa yang dicermati di buku dan diajarkan di sekolah secara langsung. “Apa yang dibaca dibuku, sanggup dicermati secara kasat mata. Sedemikian indahnya bersama dengan mata telanjang. Luar biasa,” tuturnya.

Selain itu, untuk menikmati keindahan planet, masyarakat harus mematikan lampu satu jam. Ini mengajarkan masyarakat untuk hemat kekuatan sekaligus keantariksaan. “Ini bukan rekreasi biasa,” tutupnya.

Baca Juga: