Implikasi Aspek-aspek Perkembangan bagi Penyelenggara Pendidikan

By | July 11, 2019

Implikasi Aspek-aspek Perkembangan bagi Penyelenggara Pendidikan

Implikasi Aspek-aspek Perkembangan bagi Penyelenggara Pendidikan

Implikasi Aspek-aspek Perkembangan bagi Penyelenggara Pendidikan

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa individu adalah pribadi yang utuh dan kompleks yang ke komplekskannya dikaitkan dengan kedudukannya sebagai makhluk individu dan sosial. Seseoarang individu yang harus memahami dirinya sendiri, orang lain, bermasyarakat, lingkungan. Manusia sebagai makhluk psiko-fisik dimana manusia itu sendiri memiliki kebutuhan kebutuhan fisik dan psikologis pribadi dan kebutuhan sosial ke masyarakat.

Dengan demikian, maka setiap individu tentu memiliki kebutuhan dan tugas-tugas serta aspek aspek perkembangan yang berbeda, karena ia tumbuh dan berkembang untuk mencapai kondisi fisik dan sosial psikologis yang lebih sempurna Ditinjau dari segi pendidikan kususnya dalam peroses pembelajaran, yang paling pnting adalah bahwa potensi setiap pserta didik (termasuk kemampuan intlektualnya) hasus dipupuk dan dikembangkan agar setip pesrta didik dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal.

Untuk itu sangat di perlukan kondisi-kondisi lingkungan yang memungkinkan berkembngnya kemampuan intlektul tersebut. Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang berjalan secara kontinyu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan pada dasarnya merupakan perubahan, yakni perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi.

Tugas-Tugas Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan 

Masa Bayi dan Awal Masa Kanak-kanak

  • Belajar memakan makanan padat.
  • Belajar berjalan.
  • Belajar berbicara.
  • Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
  • Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya
  • Mempersiapkan diri untuk membaca
  • Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.

Kesimpulan yang bisa di ambil pada masa ini adalah belajar mengembangkan motorik setiap anak. Penting sekali untuk mengembangkan motorik anak, karena mereka mulai menggunakan bagian-bagian tubuh untuk beraktivitas dan bermain. Tugas orang tua disini adalah membimbing dan mengarahkan bagaimana fungsi-fungsi anggota badan itu digunakan dengan tepat dan bijaksana juga mengembangkan keterampilan-keterampilan pada alat-alat tubuh.

Akhir Masa Kanak-kanak

  • Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum
  • Membangun sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh
  • Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
  • Mulai mengembangkan peran social pria atau wanita yang tepat
  • Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung
  • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
  • Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata tingkatan nilai
  • Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga
  • Mencapai kebebasan pribadi

Masa Remaja

  • Mempelajari hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
  • Mencapai peran sosial pria, dan wanita
  • Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
  • Mengharapkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
  • Mempersiapkan karier ekonomi
  • Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
  • Memperoleh perangkat nilai dan system etis sebagai pegangan untuk berperilaku menembangkan ideologi.

Peran guru dan orang tua disini adalah membangun rasa kepercayaan diri pada seorang individu agar ia lebih mudah mencapai hasil yang diinginkan. Seperti dalam realita saat ini, masa remaja adalah masa meniru. Remaja sangat mudah meniru orang-orang yang membuat mereka terinspirasi dan mencobanya. Pada saat inilah orang tua dan guru mengarahkan mereka agar meniru yang baik dan pantas untuk di tiru. Berikan perhatian ekstra pada masa ini, karena bimbingan dan didikan sangat vital bagi individu. Mereka akan merasa nyaman dan merasa di hargai keberadaanya jika orang tua dan guru membimbingnya dengan penuh kelembutan tetapi tegas dan disiplin.

Awal Masa Dewasa

  • Mulai bekerja
  • Memilih pasangan
  • Belajar hidup dengan tunangan
  • Mulai membina keluarga
  • Mengasuh anak
  • Mengelola rumah tangga
  • Mengambil tanggung jawab sebagai warga Negara
  • Mencari kelompok social yang menyenangkan

Kesimpulan untuk masa ini adalah pola pikir individu sudah mulai matang. Tingkat kedewasaannya pun lambat laun semakin bertambah. Mereka mulai bebas memilih apapun yang mereka inginkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Masa Usia Pertengahan

  • Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga Negara
  • Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, dan bahagia
  • Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa
  • Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu
  • Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini
  • Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan
  • Menyesuaikan ndiri dengan orang tua yang semakin tua

Masa Tua

  • Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan
  • Menyesuaikan diri dengan masa pension dan berkurangnya income (penghasilan) keluarga
  • Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
  • Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia
  • Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
  • Menyesuiakan diri dengan peran sosial secara luwes.

Sumber : https://uberant.com/article/556677-what-is-geography-concept-/