Ini Kata Dokter, Terkait Cara Jalan dan Keperawanan Wanita

By | September 5, 2018

Ini Kata Dokter, Terkait Cara Jalan dan Keperawanan Wanita

Masyarakat sering mengaitkan teknik jalan wanita dengan kedudukan keperawanannya. Konon, wanita yang tampak mengangkang ketika berjalan berarti telah tidak perawan.

Hal tersebut ditentang oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Grace Valentine. Pasalnya, teknik berjalan tidak terdapat hubungan sama sekali dengan keperawanan seorang wanita. Yang menyusun gaya berlangsung seseorang ialah perkembangan fisik. Grace berbicara bahwa keperawanan disaksikan dari hubungan intim wanita tersebut.

Perempuan yang awalnya belum pernah bersangkutan intim kemudian melakukannya guna yang kesatu kali barulah ditetapkan telah hilang keperawanan.

Dokter Menjelaskan “Konsep yang dapat dipakai di sini ialah www.bukumedis.com/ keperawanan hilang ketika seseorang mengerjakan hubungan intim,” ujarnya.

Hubungan intim itu kerap mengakibatkan selaput dara pada perempuan menjadi robek. Himen atau selaput dara ialah lapisan tipis di sekitar bukaan vagina.

Membran ini unsur tengahnya bolong, sebagai jalan guna haid keluar. Karena tipis, selaput dara ingin mudah robek saat bersangkutan seksual.

Ketika himen rusak, perempuan dapat saja merasakan perdarahan dan rasa sakit. Sebab, himen berisi tidak sedikit pembuluh darah.

Namun, himen pun dapat robek tanpa disertai rasa sakit ataupun perdarahan, tergantung kekuatan pembuluh darah. Kendati demikian, robeknya himen bukan tanda mutlak keperawanan perempuan.

Sebab, memang ada wanita yang tidak dilengkapi himen pada vaginanya. Di samping itu, ada sejumlah hal yang dapat membuat selaput dara wanita robek walau belum pernah aktif secara seksual.

Bisa Jadi sebab Mioma “Sebetulnya, himen wanita dapat robek meski enggak bersangkutan intim,” tegasnya. Grace menjelaskan, terdapat beberapa kegiatan yang memang berimbas pada sobeknya himen.

Kegemaran bersepeda dan senam, misalnya. Di samping itu, kecelakaan pun jadi hal penyebab robek. Lalu, pemakaian tampon yang tidak benar serta rutinitas masturbasi ikut menciptakan selaput dara tercabik.

Aktivitas-aktivitas yang dilafalkan di atas memberi efek gesekan pada lapisan tipis di sekitar bukaan vagina ini sampai-sampai himen terkoyak.

Orang yang sudah bersangkutan intim pun, kata Grace, pun ada yang tidak sobek himennya. Sebab, himen wanita punya fleksibilitas tinggi sampai-sampai tidak mudah tersayat walau berkontak dengan benda dari luar tubuh.

Elastisitas itulah yang bisa buat himen tetap utuh. Sekali lagi, dia menekankan bahwa keperawanan ialah tentang telah atau belum bersangkutan seksual, bukan soal himen robek atau gaya berjalan.

Baca Juga: