Mengenal Tentang Konsep Dasar Seni Rupa

By | April 16, 2019

Mengenal Tentang Konsep Dasar Seni Rupa

Mengenal Tentang Konsep Dasar Seni Rupa

Mengenal Tentang Konsep Dasar Seni Rupa

  1. Pendidikan Seni Dalam Kurikulum Sekolah

Isi bidang studi pendidikan kesenian itu merupakan penggabungan pelajaran menggambar dan seni suara ditambah sub bidang studi lain yaitu seni tari dan teater, yang pada kurikulum sebelumnya tidak ada. Pelajaran menggambar dan seni suara diubah namanya menjadi seni rupa dan seni musik. Selengkapnya bidang studi pendidikan kesenian berisi sub-sub bidang studi seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater (drama).

Kurikulum 1975 disempurnakan lagi pada tahun 1984 dengan sebutan kurikulum 1984. Penyempurnaan ini ditandai oleh penggantian istilah pendidikan kesenian menjadi pendidikan seni.

Kurikulum 1994 Sekolah Dasar yang berlaku sekarang sangat jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Perbedaan itu meliputi sistem pembelajarannya yang menggunakan “integrated learning”atau pembelajaran terpadu antara beberapa cabang seni. Nama pendidikan seni berubah pula menjadi Kerajinan Tangan dan Kesenian.

  1. Sifat Dan Domain Pendidikan Seni

  2. Sifat pendidikan seni
  3. a)Multidimensional
  4. b)Multilingual
  5. c)Multikultural
  6. Domain (dimensi perilaku) dalam pendidikan seni

Brent G. Wilson (Bloom, 1975) mengemukakan tiga dimensi perilaku dari Bloom, yaitu : kognitif, affektif dan psikomotorik menjadi tujuh dimensi perilaku seni yang meliputi : Persepsi, Pengetahuan, Pemahaman, Analisis, Evaluasi, Apresiasidan Produksi.

  1. Seni Sebagai Media Pendidikan

Istilah seni sebagai media pendidikan tidak berarti bahwa kegiatan seninya tidak penting (karena dianggap hanya sekedar media). Keterlibatan siswa dengan seni tetaplah harus menjadi prioritas dalam rangka membentuk kemampuan seni atau meningkatkan kemampuan seni yang sudah ada pada diri para siswa. Upaya peningkatan kualitas belajar menjadi fokus kegiatan; dan ini berlaku umum dalam program belajar apa pun.

  1. Pendekatan Berbasis Disiplin Ilmu Dalam Pendidikan Seni Rupa

Pendekatan seni rupa berbasis disiplin ilmu (dicipline based art education,disingkat DBAE) berintikan pemikiran bahwa seni telah hadir dalam kehidupan bukan hanya sebagai kegiatan penciptaan, tetapi juga sebagai cabang pengetahuan yang menjadi bahan kajian filosofis maupun ilmiah dan berhak dipelajari di lembaga pendidikan. Seni adalah disiplin ilmu yang khas dengan karakter yang dimilikinya, mendapat dukungan kelompok ilmuwan, dikembangkan melalui penelitian.

  1. Pendekatan Kompetensi Dalam Pendidikan Seni Rupa

Pendekatan kompetensi sesungguhnya sudah agak lama dikenal dalam sistem pendidikan guru yang dikenal dengan PGBK (pendidikan guru berdasar kompetensi). Dalam bidang seni, pendekatan kompetensi menjadi bahan pembahasan dan disepakati sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran seni di Indonesia.

  1. Pendidikan Seni Rupa Sebagai Pendidikan Kreatifitas Dan Emosi
  2. Pendidikan kreativitas

Pembinaan kreativitas manusia sebaiknya dilakukan sejak anak-anak. Kondisi lingkungan yang kreatif dan tersedianya kesempatan melakukan berbagai kegiatan kreatif bagi anak-anak akan sangat membantu dalam mengembangkan budaya kreativitasnya. Perlu dingat bahwa dunia anak-anak merupakan awal perkembangan kreativitasnya. Kreativitas itu nampak di awal kehidupan anakk dan tampil untuk pertama kalinya dalam bentuk permainan anak-anak.

  1. Pendidikan emosi

Pentingnya pendidikan emosi telah diungkapkan para ahli pendidikan sejak lama. Fransesco (1958), seorang ahli pendidikan seni rupa mengemukakan tugas pendidikan seni rupa antara lain sebagai penghalus rasa dan pendidikan emosi. Dikemukakan, penguasaan emosi sangatlah penting, khususnya pada manusia di zamann modern. Dalam seni, emosi disalurkan ke dalam wujud yang memiliki nilai ekspresi-komunikasi. Kegiatan penguasaan dan penyaluran ekspresi tadi menjadi dinamis dan bersemangat.

  1. Pendidikan Seni Rupa Dan Tujuan Pendidikan Nasional

Pendidikan seni rupa juga  berperanan dalam menyeimbangkan kehidupan individu dalam pengembangan kepribadiannya, baik dalam aspek kecerdasan maupun perasaan dan kehendak. Lebih khusus lagi pendidikan seni dapat menghaluskan rasa, dan mengembangkan daya cipta, serta mencintai kebudayaan nasional, bahkan menghargai hasil-hasil kebudayan/kesenian dari bangsa manapun. Hal ini diperlukan dalam rangka menghadapi kehidupan yang semakin kompleks, yang ditandai dengan arus globalisasi akibat ledakan teknologi komunikasi.

  1. Peranan Guru Seni Rupa

Guru memegang peranan penting dalam pendidikan seni. Setiap guru seni perlu memahami kepemipinan bagaimana dan tanggung jawab apa yang dituntut para siswa serta bimbingan mana yang dapat memberi inspirasi kepada mereka, apa yang boleh dan yang tidak boleh dia lakukan. Di ruangan kelas, setiap saat guru senantiasa diperlukan para siswanya.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)