Pelamar Sekolah Kedinasan Keluhkan Enam Hal Berikut

By | July 14, 2019

Pelamar Sekolah Kedinasan Keluhkan Enam Hal Berikut

Pelamar Sekolah Kedinasan Keluhkan Enam Hal Berikut

Pelamar Sekolah Kedinasan Keluhkan Enam Hal Berikut

Sejumlah keluhan muncul saat proses pendaftaran di sekolah kedinasan yang berlangsung sampai akhir April nanti. Setidaknya ada enam hal yang paling dikeluhkan para pelamar selama proses pendaftaran. Pemerintah pada tahun ini membuka sebanyak 9.176 formasi lowongan.

Berdasarkan rekapan aduan yang masuk di Badan Kepegawaian Negara (BKN), salah satu hal yang sering dikeluhkan adalah kesalahan dalam meng-input data saat pendaftaran. Baik salah dalam meng-input nama, tempat lahir, tanggal lahir, pemilihan sekolah, e-mail, maupun lainnya.

“Ini solusinya adalah apabila sudah sampai pada tahap final resume, data tidak dapat diubah kembali. Untuk kesalahan penulisan e-mail dibantu langsung oleh tim helpdesk BKN untuk diperbaiki di database SSCN atau Sistem Seleksi CPNS Nasional,” kata Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan di Jakarta kemarin. Keluhan lainnya adalah tidak bisa mengunggah swafoto. Padahal, swafoto merupakan salah satu hal yang disyaratkan dalam proses pendaftaran.

Baca Juga:

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah
Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Dia mengatakan tim helpdesk BKN siap membantu jika pelamar mengalami kesulitan. “Lalu, keluhan penulisan nomor ijazah. Di mana semua komponen ijazah ditulis. Keluhan keempat adalah permasalahan terkait pembayaran yakni tidak bisa melakukan pembayaran atau pembayaran belum diverifikasi lebih dari lima hari. Untuk ini, kami minta untuk menunggu proses verifikasi dari sekolah dinas terkait atau dapat menghubungi sekolah dinas langsung,” paparnya.

Aduan selanjutnya adalah data yang tampil di website pendaftaran tidak sesuai

dengan yang diunggah. Hal ini sering terjadi saat mengunggah nomor kartu keluarga (KK) dan kartu tanpa penduduk elektronik (e-KTP).

“Ini bisa hubungi Dirjen Dukcapil. Jika sudah, namun masih belum sesuai, harap ditunggu 1×24 jam. Keluhan terakhir yakni seringkali pelamar bingung nilai yang diisikan nilai rata-rata rapor atau ujian sekolah. Seharusnya nilai rata-rata yang dimasukkan adalah nilai gabungan dari semester 1-5 dan hanya nilai pengetahuan,” jelasnya.

Ridwan memprediksi hingga nanti penutupan pendaftaran sekolah kedinasan, aduan yang masuk tidak terlalu banyak dibanding tahun-tahun lalu. BKN juga meminta para pelamar bisa mulai mempelajari tahapan tes beserta materinya. Hal ini sebagai persiapan lanjutan jika nanti benar-benar lolos seleksi administrasi.

“Untuk kuantitas, jumlah aduan yang masuk, khususnya ke tim helpdesk offline jauh berkurang

dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami prediksi salah satu penyebabnya karena hampir seluruh (aduan) sudah terjawab melalui FAQ atau frequently asked question,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang terakhir, setidaknya terdapat 163.765 akun pelamar yang dibuat, di mana 91.841 telah menentukan instansi. Sebanyak 54.318 akun sudah mengunggah dokumen yang disyaratkan. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Mudzakir mengimbau kepada calon pendaftar untuk dapat memanfaatkan sisa waktu yang masih ada ini dengan sebaik-baiknya.

 

“Sekolah kedinasan ini merupakan kesempatan yang baik untuk generasi milenial bisa mengabdi kepada negara. Maka, manfaatkan waktu yang tersisa untuk memilih,” katanya. Penerimaan siswa di sekolah kedinasan merupakan salah satu jalur seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sebagaimana tahun lalu, terdapat 19 pendidikan tinggi kedinasan di delapan kementerian

/lembaga (K/L) yang membuka seleksi. Delapan K/L yang membuka penerimaan adalah Kementerian Keuangan (PKN STAN) 3.000 formasi, Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 1.700 formasi, Badan Siber dan Sandi Negara (STSN) 100 formasi.

Lalu, Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim) 600 formasi, Badan Intelijen Negara (STIN) 250 formasi, Badan Pusat Statistik (Politeknik Statistika STIS) 600 formasi. Selanjutnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) 250 formasi, dan Kementerian Perhubungan dengan 11 sekolah tinggi, poltek, dan akademi yang membuka 2.676 formasi.

 

Baca Juga :