Pengertian Teks Biografi, Struktur Teks Biografi, Kaidah

By | July 11, 2019

Pengertian Teks Biografi, Struktur Teks Biografi, Kaidah

Pengertian Teks Biografi, Struktur Teks Biografi, Kaidah

Pengertian Teks Biografi, Struktur Teks Biografi, Kaidah

Teks Biografi, mungkin ini gak akan pernah kedengaran asing bagi kita, mulai dari SD kita sudah belajar yang namanya Teks Biografi, Teks Cerpen, Pidato, Teks Anekdot dll. Disini kami akan membahas lebih lengkap tentang “ Teks Biografi “.

  1. PENGERTIAN TEKS BIOGRAFI

Teks Biografi merupakan teks yang mengisahkan tokoh/pelaku,peristiwa dan masalah yang di alami oleh tokoh yang di ceritakan.

  1. STRUKTUR TEKS BIOGRAFI

  • Orientasi, adalah bagian awal biografi yang berisi pengenalan/gambaran secara umum tentang tokoh yang di ceritakan.
  • Urutan Peristiwa dan masalah si tokoh , adalah bagian yang berisi pengisahan peristiwa kehidupan yang pernah dialami tokoh. Baik peristiwa yang mengesankan maupun permasalahan yang dihadapi tokoh.Bagian ini berisi pengisahan pengalaman sang tokoh.
  • Reorientasi, Adalah bagian akhir yang berisi kesimpulan dari pandangan penulis tentang tokoh yang diceritakan.
  1. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI

  • Partisipan Manusia, adalah orang yang ikut serta dalam  kegiatan suatu cerita.
  • Pronomina, dalam teks biografi biasanya terdapat “siapa” (partisipan) melakukan “apa” (peristiwa) di suatu “tempat” pada “waktu” tertentu (keterangan). Pada teks biografi partisipannya adalah manusia (tokoh yang diceritakan) yang terlibat pada peristiwa lampau. Untuk menyebutkan nama tokoh sering digunakan pula pronomina atau sering dikenal dengan istilah kata ganti yaitu kata yang sering digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Contoh pronominaia, -nya, dia, beliau, mereka, kami, kita, kalian dan lain-lain.
  • Pengacuan, merupakan alat kohesi yang baik karena dapat menghindari pengulangan kata yang sama secara terus-menerus. Pengacuan ini merupakan kalimat pengganti yang dapat mewakili atau bermakna memberikan penegasan pada kalimat sebelumnya yang diacunya. Contoh : (Hal yang diacu) Nelson Mandela melibatkan diri dalam aksi protes mahasiswa menentang tatanan politik yang menempatkan orang kulit putih lebih tinggi dari orang kulit hitam. (Pengacuan) Keterlibatannya inilah yang kemudian menentukan jalan panjang yang harus dia tempauh dalam memperjuangkan persamaan hak bagi mayoritas orang kulit hitam di Afrika Selatan.
  • Konjungsi Temporal, adalah kata hubung yang menunjukkan urutan waktu kejadian, misalnya setelah itu, kemudian, lalu, ketika, saat, dan lain-lain. Namun tidak tertutup kemungkinan penggunaan konjungsi lain pada teks tersebut seperti dan, tetapi, karena, meskipun dan lain-lain. Contoh : Kemudian dia memulai aktivitasnya saat waktu menunjukkan pukul tujuh lalu diikuti oleh teman-temannya setelah itu pemimpinnya datang dengan mengembangkan senyum saat melihat pegawainya telah mulai bekerja.
  • Kalimat Simpleks atau Tunggal, adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur (Subjek-Predikat-*Pelengkap-*Keterangan). Unsur yang diberi tanda (*) belum tentu atau tidak harus ada dalam kalimat simpleks. Kalimat simpleks atau kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri dari satu verba utama yang menggambarkan satu aksi, peristiwa, atau keadaan.
  • Kata Keterangan, adalah kata-kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa, waktu dan tempat.Contoh dalam kalimat, “Rolihlahla Mandela lahir pada 18 Juli 1918 di Umtata, Afrika Selatan.” Peristiwa yang terjadi adalah kelahiran Nelson Mandela, waktu terjadinya 18 Juli 1918, tempat kejadian kelahirannya di Umtata, Afrika Selatan.

Kata Kerja Material, adalah

kata kerja (verba) yang menunjukkan aktivitas dan perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik maupun peristiwa, misalnya membaca, menulis, menendang, dan lain-lain. Dalam kata kerja material terdapat partisipan (orang) yang melakukan sesuatu yang disebut aktor. Partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh kata kerja itu disebut sasaran. Misalnya dalam kalimat, “Ayah (aktor) membaca (kata kerja material) koran (sasaran)”

Kata hubung, adalah  yang digunakan untuk merangkaikan satu satu kalimat dengan kalimat yang lainnya. Misalnya sementara itu, selanjutnya, selain itu dan lain-lain. Contohnya, “Saat sebagian siswa SMK sedang mengikuti ujian semester gasal dengan serius.Sementara itu, sejumlah siswa lain malah tengah sibuk mengurus administrasi sekolah di tata usaha.”

Sumber : https://uberant.com/article/556675-chemical-periodic-table-system/