Peranan Indonesia Di Dunia Internasional

By | July 12, 2019

Peranan Indonesia Di Dunia Internasional

Selamat mampir di blog ini, dan terhadap peluang ini Situs Pelajaran Oke akan membahas materi fungsi Indonesia di dunia internasional melalui keikutsertaan dalam berbagai organisasi . Dan yang pentingnya lagi kita bisa mengetahui dan juga mengetahui lebih dari satu organisai berikut; Konferensi Asia Afrika, GNB (Gerakan Negara Non-Blok), Indonesia dan ASEAN, OKI, OPEC, PMI, Polisi Internasional, PBB, dan juga APEC. Demikian sambutan dari Situs Pelajaran Oke, silahkan lihat ulasan di bawah ini!

Peranan Indonesia di dunia internasional melalui keikutsertaan dalam lebih dari satu organisasi, yaitu;

A. Konferensi Asia Afrika
Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan konferensi yang dihadiri oleh para wakil negara berasal dari negara-negara Asia dan Afrika. Tujuan dari konferensi selanjutnya adalah kemerdekaan dari penjajahan. Indonesia merupakan salah satu negara pemrakasa konferensi itu sesuai dengan perann politik luar negerinya. Penyelenggara KAA pertama di Bandung terhadap tanggal 18-24 April 1955 berlangsung gemilang dan juga sukses. Dalam konferensi selanjutnya dihasilkan ketentuan dengan yang terkenal dengan Dasa Sila Bandung (sepuluh komitmen pertalian internasional).

B. GNB (Gerakan Negara Non-Blok)
Hampir seluruh peserta KAA juga negara Non-Blok. Karena itu, pada KAA dengan GNB memiliki keterkaitan yang erat. Gagasan Non-Blok (non-align) merupakan gerakan dari negara-negara berkembang sebagai upaya supaya tidak menjadi sasaran efek dua blok kekuataan besar (negara-negara adikuasa). Dua blok kebolehan yang di maksud adalah blok Barat di bawah Amerika Serikat dan blok Timur di bawah pimpinan Uni Soviet. Saat itu blok Barat membentuk pakta pertahanan yang dikenal dengan NATO (North Atlanic Treaty Organization). Sementara blok Timur membentuk pakta pertahanan yang dikenal sebagai Pakta Warsawa. Penggagas gerakan Non-Blok adalah:
1). Presiden Soekarno (Indonesia)
2). Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru (India)
3). Gamal Abdul Naser (Presiden Mesir)
4). Kwame Nkrumah (Presiden Ghana)
5). Joseph Broz Tito (Presiden Yugoslavia)

KTT GNB pertama diselenggarakan di Beograd (Yugoslavia) tanggal 1-6 September 1961 dan dihadiri oleh 25 negara. KTT selanjutnya memberi saran perlunya penghapusan segala jenis kolonialisme kepada Sidang umum PBB. Pada tanggal 1-7 Juli 1992 Indonesia menjadi tuan rumah atas penyelenggaraan KTT X GNB, dan Presiden Suharto menjadi ketua GNB masa bakti 1992-1995.

C. Indonesia dan ASEAN
ASEAN (Association of Sout East Asia Nations) merupakan organisasi kerjasama regional negara-negara kawasan Asia Tenggara. Indonesia dalam hal ini merupakan salah satu negara perintis berdirinya ASEAN.

D. Indonesia dan OKI (Organisasi Konferensi Islam)
OKI merupakan organisasi yang di bentuk oleh negara-negara Islam terhadap tanggal 25 September 1969, di Rabat, Maroko. Negara Islam yang dimaksud adalah negara yang secara konstitusional Islam atau negara yang mayoritas penduduknya muslim. Pemrakarsa pembentukan OKI adalah solidaritas umat Islam atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Palestina oleh tentara Zionis Israel. Secara resmi Indonesia masuk menjadi bagian OKI terhadap KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ketiga tahun 1972 di Jedah, Arab Saudi.

E. Indonesia dan OPEC (Organization of Petrolium Exporting Countries)
OPEC merupakan organisasi (kerja mirip internasional) negara-negara pengekspor minyak. Organisasi ini didirikan terhadap tanggal 14 September 1960, di Bagdad (Irak). Pemrakarsanya adalah lima negara; Irak, Iran, Kuwait, Saudi, Arabia, Venezuela. Indonesia salah satu negara penting penghasil minyak di Asia, dan sudah menjadi bagian organisasi ini sejak tahun 1962. Faktor pendorong berdirinya OPEC adalah penurunan harga minyak dunia oleh karena permainan raksasa-rakasa perusahaan minyak layaknya Shell, Exxo, Mobil, dan Gulf. Perusahaan-perusahaan minyak raksasa ini memonopoli perdagangan minyak ke negara-negara industri besar layaknya Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.

F. Indonesia dan Palang Merah Internasional
Jalinan Indonesia dengan Palang Merah Internasional dirintis sejak awal kemerdekaan. Mula-mula Presiden Soekarno memerintah Menteri Kesehatan (saat itu Boentaran Martoatmodjo) untuk mendirikan Palang Merah Indonesia ( PMI). Akhirnya PMI terbentuk terhadap tanggal 17 September 1945 dengan ketua Prof. Dr. Mochtar. Peran PMI terhadap selagi itu adalah menanggulangi para korban perang (mempertahankan) kemerdekaan. Untuk menarik simpati dunia internasional terhadap perjuangan kemerdekaan terhadap selagi itu, PMI mengadakan pertalian dengan Palang Merah Internasional. Saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Palang Merah Internasional banyak beri tambahan bantuan obat-obatan, pakaian, makanan, uang, dan berbagai layanan yang penting lain. Sebaliknya (setelah perjuangan Indonesia berhasil) Indonesia juga banyak mengirim bantuan kepada bangsa-bangsa lain layaknya Afrika, India, Pakistan, Vietnam, Laos, Filipina, dan lain-lain.

G. Indonesia dan Polisi Internasional
Dalam kaitan dengan masa globalisasi, tindakan-tindakan pidana maupun kelakuan kriminal banyak yang dilakukan penjahat-penjahat kelas dunia. Mereka membantuk jaringan yang rapi dalam lakukan tindakan-tindakan itu. Ada penyelundupan, pembajakan pesawat udara, narkotika dan juga obat bius, terorisme, dan lain-lain. Untuk menanggulangi hal selanjutnya tersedia wadah kerja mirip antar instansi kepolisian internasional yang dikenal dengan Interpol (International Police). Indonesia pada lain sudah menjadi bagian Interpol, dan berkali-kali diundang dalam pertemuan-pertemuan Interpol.

H. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Pemerintah Indonesia pertama kali menjadi bagian PBB terhadap tanggal 27 Maret 1950. Selanjutnya terhadap tanggal 7 Januari 1965 pemerintahan Indonesia membuktikan nampak dari bagian PBB. Hal itu berkaitan dengan sikap PBB yang terima Federasi Malaysia yang selagi itu sedang bermusuhan dengan Indonesia menjadi bagian tidak selalu Dewan Keamanan PBB. Pada tanggal 28 September 1966 pemerintah Indonesia lagi menjadi bagian PBB. Sebagai bagian PBB, Indonesia berupaya menciptakan dan menjaga perdamaian dunia, salah satu caranya dengan aktif mengirim pasukan perdamaian di bawah komado PBB. Pasukan penjaga perdamaian Indonesia disebut pasukan Garuda. Pasukan pernah bertugas menjaga perdamaian ke Mesir, Kongo, Vietnam, Bosnia, dan Libanon. Peranan Indonesia di dunia internasional tidak cuma dalam bidang politik saja, tetapi juga dalam bidang lain, seumpama bidang ekonomi. Di bidang ekonomi Indonesia aktif dalam Persetujuan Umum tentang Tarif dan Perdagangan (General Agreement of Trariffs plus Trade/GATT). Selain itu, Indonesia juga turut organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO)

I. Berperan Serta dalam Kegiatan-kegiatan Olahraga dan Festival Budaya Internasional
Ikut sertan dalam setiap pesta olahraga internasional jadi dari Sea Games, Asiam Games, Olimpiade, dan sebagainya. Selain itu, Indonesia juga selalu ikuti kegiatan-kegiatan promosi kebudayaan di negara sepertu ikuti kejuaraan Dunia Paduan Suara Internasional di Jerman terhadap tahun 2005.

J. Terlibat langsung dalam Misi Perdamaian Dewan Keamanan PBB
Keterlibatan Indonesia dalam Misi Perdamaian Dewan Keamanan PBB dilakukan dengan mengirimkan Kontigen Garuda atau pasukan Garuda ke negara-negara yang dilanda konflik. Kontigen Garuda atau Pasukan Garuda pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia jadi turut dan juga mengirim pasukan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian sejak 1957. Pasukan garuda sudah dikirim kenegara yang dilanda konflik layaknya Konggo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, dan sebagainya. Terakhir terhadap tahun 2006 ini, pasukan Indonesia lagi turut dan juga dalam menyelesaikan konflik pada Israel dan Libanon.

K. Menjadi Anggota APEC (Asia Pacific Ekonomic Cooperation)
APEC merupakan organisasi kerja mirip negara-negara di kawasan Asia Pacific di bidang Ekonomi, APEC berdiri atas ide Bob Hawke ( Perdana Menteri Australia). APEC berdiri terhadap bulan November 1989 di Canberra, Australia. Sebagi bagian APEC Indonesia berperan aktif dalam organisasi tersebut. Indonesia pernah menjadi tuan KTT APEC di Bogor terhadap tanggal 14-15 November 1994. Pada selagi pertemuan APEC di Seattle (Amerika Serikat), Indonesia ditunjuk sebagai ketua APEC periode 1994-1995. Kepercayaan selanjutnya membuktikan bahwa Indonesia mempunyai fungsi penting dalam organisasi APEC terlebih dalam upaya menjalin kerjasama antar bangsa dalam bidang ekonomi dan berupaya menciptakan perdamaian dunia.

Demikian Artikel berkaitan “Peranan Indonesia Di Dunia Internasional”, yang bisa Situs Pelajaran Oke sampaikan terhadap peluang ini, semoga bisa bermanfaat, dan menolong kala anda perlu Info yang sudah tertera diatas. Jangan lupa juga untuk selalu membaca artikel-artikel lainnya, di blog Situs Pelajaran Oke ini, sekian dan terimakasih

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :