Perubahan Kimia

By | March 5, 2019

Perubahan Kimia

Perubahan Kimia

Perubahan Kimia

Pada perubahan kimia terbentuk zat baru. Perubahan kimia bersifat tetap ( tidak dapat balik) & menghasilkan zat baru. Zat baru yang terbentuk mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan zat asalnya. Zat yang mengalami perubahan kimia umumnya mengalami perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

1. Perubahan kimia karena pembakaran

Proses pembakaran terjadi pada api unggun, kertas, tisu, hingga bom yang meledak. Pembakaran temasuk perubahan kimia sebab perubahannya tidak dapat balik & menghasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dengan zat pembentuknya. Sebagai contohnya pembakaran kayu menghasilkan abu yang sifatnya berbeda dengan kayu. Selain itu juga, abu itu tidak dapat kembali lagi menjadi kayu.

2. Perubahan kimia karena korosi

logam yang terkena air/udara dalam waktu yang lama dapat mengalami korosi/berkarat. Korosi merupakan reaksi kimia antara logam (umumnya besi) dengan oksigen. Korosi termasuk perubahan kimia karena menghasilkan zat baru, yaitu karat besi yang berwarna kecokelatan. Sifat besi & karat besi berbeda. Besi yang semula kuat akan menjadi rapuh & berkarat. Besi yang sudah berkarat juga tidak dapat kembali ke keadaan semulanya.

3. Perubahan kimia karena pembusukan

Pembusukan merupakan perubahan kimia yang diakibatkan mikroorganisme. Makanan yang membusuk berubah menjadi makanan yang berbau, berlendir & terkadang mengeluarkan gas. Sebagai contohnya, nasi yang basi, roti yang berjamur/buah yang busuk. Makanan yang membusuk itu tidak dapat berubah kemabali seperti semula. Makanan yang awalnya bergizi pun berubah menjadi makanan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

4. Perubahan kimia karena fermentasi

Fermentasi disebabkan oleh mikroorganisme. Fermentasi termasuk perubahan kimia karena makanan yang di fermentasi akan lebih lunak, lebih harum, rasanya berbeda, & mengubah kandungan gizinya. Jika pembusukan merugikan manusia, umumnya fermentasi menguntungkan manusia. sebagai contohnya, pada pembuatan tapai. Dengan fermentasi, beras ketan & singkong berubah menjadi tapai. Tapai mempunyai rasa yang berbeda dengan bahan pembuatnya. Pembuatan tapai juga menghasilkan zat baru, yaitu alkohol. Selain itu juga tapai tidak dapat dikembalikan menjadi beras ketan ataupun singkong. Contoh lainnya perubahan karena fermentasi diantaranya seperti kecap, keju, tempe, & lain sebagainya. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-jaringan-tumbuhan-dan-fungsinya/)

5. Perubahan kimia karena pemasakan

Perubahan kimia karena pemasakan, antara lain beras yang ditanak berubah menjadi nasi. Nasi tidak dapat dikembalikan lagi menjadi beras. Demikian juga dengan proses-proses lainnya karena pemanasan, seperti merebus jagung, singkong, ubi/ menggoreng telur. Dengan adanya pemanasan, makanan menjadi lebih lunak sehingga perut lebih mudah mencena. Beberapa proses pemasakan terjadi secara alami, misalnya pada buah pisang. Buah pisang yang masih terasa sepat, namun setelah tua menjadi manis. Hal ini karena terjadi pemasakan dalam buah pisang tersebut.

6. Perubahan kimia karena fotosintesis

Perubahan kimia karena fotosintesis merupakan reaksi pembentukan zat makanan pada tumbuhan hijau. Proses fotosintesis merupakan perubahan kimia karena tumbuhan mengolah air dan karbon dioksida dengan bantuan sinar matahari sehingga menghasilkan karbohidrat & oksigen. Gandum, jagung, padi merupakan sumber karbohidrat bagi manusia.