Surat Ajak Toleransi untuk Jokowi

By | September 1, 2018

Surat Ajak Toleransi untuk Jokowi – Jakarta – Indonesia berada di alur 63 dari 65 negara didalam perihal literasi. Angka ini membuktikan muka bangsa kami yang sesungguhnya tidak gemar membaca, apalagi menulis. Hasil riset Harvard University, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tersedia lima manfaat menulis bagi anak-anak. Mengurangi stres, studi mengeluarkan pendapat secara bijak, studi merangkai kata, melatih kesabaran, serta tingkatkan pengetahuan dan wawasan.

Surat Ajak Toleransi untuk Jokowi

Surat Ajak Toleransi untuk Jokowi

Standardpen, perusahaan alat tulis asli Indonesia, lakukan gerakan mengajak anak Indonesia menulis bersama dengan tangan melalui gerakan #AYOMENULIS bersama dengan membagikan Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia. Bersama Motor Pustaka, Standardpen mengajak anak-anak di Lampung untuk tingkatkan minat baca tulis.

Sugeng Heriyono, penggerak Motor Pustaka Lampung, mempunyai cerita berkenaan minat b​aca. Menurut dia, sementara pertama kali mengenalkan pustaka, anak-anak masih bingung buku-buku ini untuk apa. “Tapi sehabis dua th. terjadi aku melihat minat baca anak-anak di Lampung tumbuh. Terbukti bersama dengan kesetiaan mereka untuk menanti Motor Pustaka,” ujar Sugeng.

Artinya, ujar dia, usaha untuk menumbuhkan minat baca tulis bisa tetap diasah oleh lingkungan keluarga dan sekolah. “Peer (pekerjaan rumah-red) kami sekarang bagaimana tingkatkan anak-anak studi menulis,” ujar Sugeng.

Dalam kesempatan ini, sekitar 200 anak dari delapan sekolah basic di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mengikuti aktivitas studi menulis untuk Presiden RI. Anak-anak bercerita berkenaan kampungnya yang damai, Lampung yang kaya bersama dengan potensi alam, lingkungan yang rukun baik di rumah maupun sekolah.

“Pesan damai dari perspektif anak-anak ini dituliskan ke didalam surat untuk melatih mereka bahwa apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka melihat adalah sesungguhnya pesan yang bisa ditiru juga dirasakan oleh anak-anak Indonesia lainnya,” kata Nury Sybli, penggerak literasi.

Ratusan surat ini dimaksudkan kepada Presiden RI, Joko Widodo, supaya harapan anak-anak berkenaan kehidupan yang rukun bisa tetap terjaga. “Ada banyak cara sederhana yang bisa kami lakukan untuk memupuk dorongan menjunjung perbedaan pada anak-anak, seperti melihat banyaknya keragaman bahasa, warna-warni baju daerah, bervariasinya makanan sampai cara beribadah,” papar Nury.

Kegiatan menulis surat untuk Presiden ini diinginkan jadi pengalaman yang berharga dan jadi normalitas bagi anak-anak didalam menulis bersama dengan tangan. “Menulis tidak cuman mengasah kinerja otak juga bisa menunjang anak-anak jadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orang tua untuk bisa menunjang melestarikan menulis bersama dengan tangan,” kata Shara.

Dengan ada aktivitas menulis surat ini, kata Sugeng, diinginkan anak-anak bisa dan sadar bagaimana bertutur melalui tulisan.”Gerakan menulis bersama dengan tangan ini sebuah terobosan yang luar biasa supaya anak-anak tertarik menulis sebagaimana Motor Pustaka tetap bergerak membawakan buku untuk anak-anak, ya supaya generasi yang dapat datang jauh lebih mempunyai nilai,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Nury Sybli. “Anak-anak sekolah basic merupakan pintu gerbang era depan Bangsa. Orangtua, guru, kami seluruh mudah-mudahan bisa sama-sama mengawal era depan pendidikan mereka,” ujarnya.

Oleh dikarenakan itu Standardpen bersama dengan teman-teman relawan literasi mengidamkan mengembalikan normalitas lama yang jadi ditinggalkan. “Dalam kesempatan ini, kami mengajak anak-anak & guru untuk melestarikan menulis bersama dengan tangan yang bisa mengasah kinerja otak,” kata Nury.

Kegiatan menulis surat untuk presiden RI di Kec. Penengahan ini diikuti sekitar 200 anak dari 8 sekolah di kawasan Kalianda yang diantaranya; SDN1 Pasuruan, SDN2 Pasuruan SDN3 Pasuruan, SDN 1Klaten, SDN2 Klaten, SDN3 Klaten, SDN Tetaan, SDN1 Gayam. sumber : www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/