The Germanic Legal Family

By | April 12, 2019

The Germanic Legal Family

The Germanic Legal Family

The Germanic Legal Family

 

Resepsi hukum Romawi pada negara-negara The Germanic Legal Family

telah menyingkirkan hampir seluruh tatanan hukum Jerman lama, yang telah dianggap sudah semakin tidak jelas sehubungan dengan banyaknya perubahan-perubahan kondisi modern. The Germanic Legal Family yang pengaruhnya berlaku juga di Austria dan Swiss, antara lain mengacu kepada prinsip-prinsip terkenal dari para ahli hukum Romawi, yaitu: honeste vivere, neminem laedere, suum cuique tribuere yang merupakan nilai-nilai dasar tertentu misalnya perasaan mendasar dari kedilan. Nilai-nilai moral tertentu yang lain maupun situasi dan kondisi sosial yang berubah mempengaruhi prinsip-prinsip dasar dari keadilan.

 

Martabat pribadi menambah keadilan, dengan tuntutan untuk menghormati

nilai yang otonom dari kepribadian. Nilai-nilai kelembagaan diberikan oleh negara sebagai pelindung dari nilai-nilai kemanfaatan, universitas-universitas sebagai eksponen-eksponen dari kebenaran dan penyelidikan bebas, dan lain sebagainya. Lembaga-lembaga hukum mempunyai nilai-nilai tertentu yang tetap. Kontrak didasarkan atas prinsip timbal-balik, perkawinan mengandung suatu ketetapan minimum dan kebersamaan antara kedua mempelai. Ketidaktetapan nilai-nilai boleh menuntut penghormatan untuk kepribadian manusia, karena itu mensyaratkan bahwa perkawinan adalah lembaga sosial yang tetap dan perlu.

 

Tapi apakah keabadian perkawinan mengandung arti

tidak dapat dibubarkan dan pembubaran hanya dalam kasus-kasus kesalahan besar seperti zinah, atau apakah, di pihak lain otonomi individu menuntut pembubaran perkawinan yang telah menjadi kacau dan berantakan adalah suatu persoalan bahwa tatanan hukum yang kongkrit hanya dapat diputuskan sesuai dengan keseimbangan nilai-nilai dan kepentingan-kepentingan, seperti yang berlaku dalam masyarakat tertentu dan pada waktu tertentu?

Namun dalam pekembangannya ternyata kesadaran nasional Jerman baru, telah menumbuhkan kembali pengaruh-pengaruh Jerman asli dalam hukum, hal ini terlihat pada saat Beseler, Eichhorn dan Gierke menentang jika seluruh hukum perdata Jerman hanya berisi hukum Romawi. Akhirnya karena Beseler, Eichhorn dan Gierke lah sampai saat ini konsep hukum perdata Jerman pada akhirnya merupakan campuran antara pengaruh Jerman dan Romawi.

Baca Juga :