Wabup Pimpin PHI dan Hari Bela Negara Tahun 2018

By | February 13, 2019

Wabup Pimpin PHI dan Hari Bela Negara Tahun 2018

 

Wabup Pimpin PHI dan Hari Bela Negara Tahun 2018

Wakil Bupati Malang, Drs. H. M

Sanusi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam rangka Peringatan Hari Ibu dan Hari Bela Negara Tahun 2018 di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jln. KH. Agus Salim No 7, Malang, Jumat (21/12) pagi. Peringatan Hari Ibu Tahun 2018 ini secara nasional mengusung tema : “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. Sedangkan untuk tema yang diusung dalam peringatan Hari Bela Negara yang dirangkai dengan Hari Nusantara tahun ini yakni “Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda Menuju Poros Maritim Dunia”.

Presiden RI Joko Widodo

Dalam sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo yang saat itu dibacakan oleh Wabup dijelaskan bahwa, Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu. “Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perempuan adalah sumber daya insani penting yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan nasional, termasuk di dalamnya mewujudkan kesejahteraan bangsa,” kata Presiden. https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-report-text/

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Lanjutnya, kebijakan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019, serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Dalam hal ini tentunya diperlukan sinergitas semua pihak untuk mendorong pencapaian berbagai target tersebut. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utamanya. Ketahanan keluarga sekaligus diharapkan menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius.

Selanjutnya terkait Peringatan Hari Bela Negara yang telah memasuki peringatan ke-70

Sebagaimana diketahui bahwa penetapannya berawal dari sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bahwa pada hari ini, 70 tahun yang lalu MR. Syafrudin Prawira Negara Menteri Kemakmuran RI mendeklarasikan pemerintahan darurat Republik Indonesia (PDRI) atas inisiatifnya melampaui panggilan tugas yang menjadi tanggungjawab beliau. Upaya politik dan diplomasi Mr. Syafrudin prawira negara terbukti berhasil mengatasi kekuatan militer penjajah, dan menunjukan kepada dunia bahwa republik Indonesia masih tetap berdiri tegak.

Berbicara mengenai Peringatan Hari Bela Negara

Wabup mengatakan bahwa penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa bela negara sejak dulu telah memiliki konteks yang luas. “Bela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Hal ini juga menegaskan bahwa bela negara adalah kerjasama yang melibatkan segenap elemen bangsa. Untuk memperkuat komitmen bangsa Indonesia dalam melakukan bela negara, pada bulan September lalu Presiden RI telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019,” pungkasnya.

Perlu diketahui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019 dimaksud sekaligus mewujudkan bela negara sebagai Hak Asasi Manusia Bangsa Indonesia sesuai Pasal 68 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), yang mengamanatkan agar segenap bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap memberikan sumbangsihnya dalam upaya bela negara.

Hadir Dalam kedua peringatan tersebut diantaranya Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Kasdim beserta istri, Wakapolres beserta istri, Seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Malang, GOW, serta pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.