Bagaimana cara kerja rapid test corona?

By | May 6, 2020

Bagaimana cara kerja rapid test corona?

Bagaimana cara kerja rapid test corona

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan tes cepat, rapid test, untuk mendeteksi virus corona.

Australia telah lebih dulu melakukan rapid test, hingga 17 Maret lalu mereka sudah melakukan lebih dari 80.000 tes untuk mendeteksi penyakit COVID-19, dikutip dari laman The Guardian.

Baca juga: Presiden Jokowi perintahkan segera lakukan rapid test COVID-19

Baca juga: Alat deteksi dini DM Biosains Universitas Brawijaya siap dipasarkan

Bagaimana cara kerja rapid test di negara tersebut?
Sebelum masuk ke rapid test, perlu diketahui seperti apa tes untuk mendeteksi virus corona secara umum.

Petugas medis akan mengambil sampel dari hidung atau dahak, atau yang sering disebut dengan tes swab, melihat kecocokan kode genetik dengan COVID-19.

Hasil tes akan dibawa ke laboraturium dan akan ditandaklanjuti dengan uji polymerase chain reaction atau PCR. Sebelum dimasukkan ke mesin PCR, sampel tersebut akan diekstrak material genetiknya.

Teknik PCR ini digunakan untuk melihat material genetik agar virus mudah dideteksi.

Ahli Patologi dari Sullivan Nicolaides, Michael Harrison, mengatakan proses

ekstraksi hingga hasil tes selesai biasanya memerlukan waktu enam jam. Direktur Doherty Institute, Prof. Sharon Lewis, menyatakan teknik PCR ini juga digunakan untuk virus yang menyebabkan influenza, HIV dan Hepatitis C.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk mengetes penyakit COVID-19

sebenarnya juga dilakukan untuk tes virus lainnya. Tapi, ada satu elemen yang disebut “primer” atau “hook”, untuk mencocokkan material genetik dengan virus novel corona, hanya ada di tes tersebut.

Selain tes swab tenggorokan, petugas medis juga akan melakukan tes darah,

yang bisa mendeteksi apakah sebelumnya orang tersebut sudah terkena virus.

 

Baca Juga :