Belum maksimalnya hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK

By | July 17, 2020

Belum maksimalnya hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK

Belum maksimalnya hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK

“Mantan Auditor Akui BPK

Memiliki Kelemahan”. Komisi XI DPR melanjutkan proses fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (27/2). Maju sebagai calon kali ini adalah Ivone Carolina Nalley. Mantan auditor BPK ini menyatakan, peran anggota BPK belum maksimal dalam melakukan audit. Hal ini menyebabkan kualitas temuan pemeriksaan belum bermakna dalam upaya penyelamatan keuangan negara.

Ivone mengatakan, banyak analisa BPK yang masih keliru dalam melakukan pemeriksaan. Hal itu bisa dilihat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan lembaga itu belum maksimal. Bahkan, dia menilai audit standar kinerja auditor BPK masih kalah dengan yang dimiliki Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Dia menyarankan bagian penelitian dan pengembangan (litbang) atau pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) BPK bisa berperan dengan memberikan pendidikan melalui materi yang lebih jelas agar mendukung pekerjaan auditor. Selain itu, Ivone berpendapat seharusnya BPK memiliki tanggung jawab terhadap banyaknya temuan audit yang tidak ditindaklanjuti. Dalam hal ini, BPK mesti mengadakan sebuah mekanisme koreksi internal. “Temuan audit BPK banyak yang disampaikan ke DPR tiap enam bulan, tapi banyak yang tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ivone juga menyinggung masalah suap yang terkadang menggoda auditor BPK dalam melakukan tugasnya. Menurutnya, sekecil apa pun pemberian dari pihak yang diperiksa tidak patut diterima oleh auditor. Dia khawatir hal itu bisa mengganggu independensi BPK itu sendiri. Sekadar ingatan, pada 22 Juni tahun 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua auditor BPK, yaitu Suharto dan Enang Hernawan. Mereka diduga melanggar pasal 12 huruf a dan atau pasal 5 ayat (2) atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada 8 november 2010, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis keduanya dengan hukuman empat tahun penjara. Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga wajib membayar denda Rp200 juta. Bila tidak membayar, maka hukuman diganti dengan tiga bulan kurungan. Hukuman dijatuhkan karena kedua terdakwa dinilai terbukti menerima suap dari Pemerintah Kota Bekasi. Dalam uji kepatutan sebelumnya, Auditor Utama KN II BPK, Syafri Adnan Baharuddin, membuka kelemahan lembaganya. Dia mengakui pemeriksaan kinerja yang dilakukan BPK saat ini masih memiliki beberapa kelemahan dari aspek perencanaan strategis maupun pelaksanaan. “Pada akhirnya berdampak pada kualitas hasil pemeriksaan kinerja yang belum sesuai dengan standar pemeriksaan kinerja maupun harapan serta kebutuhan para pemilik kepentingan,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), Tubagus Haryono, mendadak mengundurkan diri dari bursa calon anggota BPK. Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis menjelaskan, pengunduran diri tersebut dikarenakan yang bersangkutan belum dua tahun meninggalkan posisinya sebagai kuasa pengguna anggaran. Hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 13 butir j Undang-Undang tentang BPK, yakni anggota BPK minimal telah dua tahun meninggalkan posisinya dari lingkungan pengelola keuangan negara. “Karena Pak Tubagus mengundurkan diri, maka calon yang diuji Komisi XI tinggal 34 orang,” kata Harry. Sebelumnya, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, mengatakan dari 35 orang calon anggota BPK, beberapa diantaranya masih aktif menjabat di lingkungan lembaga keuangan negara. Menurutnya, rekomendasi DPD itu melanggar Pasal 13 butir j UU BPK. Dia meminta Komisi XI berhati-hati mencermatinya agar DPR tidak terjebak pada perbuatan melawan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, anggota Komisi XI Nurdin Tampbolon mengingatkan agar rekan-rekannya memilih calon yang benar-benar memiliki integritas dan independen. Hal ini penting untuk menjaga profesionalitas, moral, dan etika dalam melaksanakan tugasnya ke depan. “Para calon harus terhindar dari kepentingan apa pun,” tandasnya.


Baca Juga :