Biografi Konosuke Matsushita (Pendiri Panasonic)

By | September 2, 2019

Biografi Konosuke Matsushita (Pendiri Panasonic)

Konosuke Matsushita (1894-1989). Tidak seberapa kondang layaknya Sam Walton atau Henry Ford atau Honda atau raksasa bisnis lain yang gunakan nama-namanya terhadap product mereka. Tapi perusahaannya, Matsushita Electric Industrial Co Ltd, telah menghasilkan pendapatan yang luar biasa selama hidupnya daripada yang lain. Meskipun lebih dikenal di luar tanah kelahirannya, Jepang, penjualan perusahaannya kelanjutannya melebihi enam puluh tiga milyar dolar tiap-tiap tahunnya. Berikut ini biografi singkat berasal dari Konosuke Matsushita pendiri perusahaan Panasonic

Matsushita lahir didalam keluarga sederhana di desa Wasa , Jepang, terhadap tanggal 27 Nopember 1894. Ketika ia tumbuh jadi dewasa, Ia adalah seorang yang cenderung penutup dan agak sakit-sakitan, supaya menjadikkanya mempunyai jaman depan yang tidak jelas. Ia sepertinya ditakdirkan untuk hidup bersama penuh perjuangan. Anak bungsu berasal dari delapan anak, Matsushita mempunyai bapak yang puas pergi berjudi dan menghabiskan banyak uang. Pada umur sembilan tahun, ia bekerja di toko sepeda untuk menunjang keluarga bertahan hidup.

Salah satu prinsip yang dipegang Matsushita selama karirnya adalah hasrat untuk mengambil alih risiko. Dia laksanakan itu, ketika dia terlihat berasal dari pekerjaannya di toko sepeda untuk terima pekerjaan di Osaka Light, sebuah perusahaan utilitas listrik. Matsushita bersama cepat dipromosikan dan kelanjutannya jadi seorang inspektur, pekerjaan terhormat di mana banyak pegawai yang bekerja bersama posisi selanjutnya hingga pensiun. Matsushita lebih-lebih mungkin dapat laksanakan itu juga. Namun, selama bekerja di Osaka Light, dia sukses sebabkan sebuah type baru berasal dari soket lampu, yang lebih baik berasal dari yang telah tersedia terhadap sementara itu. Matsushita menyatakan penemuan kepada bosnya, supaya sebabkan bosnya terkesan.

Matsushita tidak mempunyai uang dan tidak tersedia pengalaman bisnis yang nyata, tapi dia mempunyai kekuatan kreatifitas dan permohonan yang kuat. Jadi, th. 1917, dia memutuskan untuk memproses perangkat itu sendiri. Dengan perlindungan istri dan tiga asisten, bersama penuh stimulan Matsushita mengawali usahanya. Dengan bekal pendidikan tingkat lima yang sementara itu masih dibawah berasal dari pendidikan sekolah tinggi, dan tidak mempunyai pengalaman didalam pembuatan sebuah steker listrik. Tapi mereka mempunyai hasrat yang besar. Dalam sebuah tempat tinggal tempat tinggal petak sempit dua kamar, mereka bekerja berjam-jam, tujuh hari didalam seminggu. Setelah lebih dari satu bulan mereka jadi terlampau kurus karenya bekerja tanpa lelah, bersama bisnis keras kelanjutannya mereka sukses menyelesaikan lebih dari satu umpama product baru. Saat itulah perusahaan yang bernama Panasonik berdiri.

Pedagang biasanya menolak product baru steker listrik tersebut. Mereka mengusahakan mengatakan bahwa itu adalah product yang inovatif. Dia senantiasa bertahan dan pantang menyerah, dan secara bertahap orang mulai membeli steker, ketika mereka memandang bahwa lebih baik didalam kualitas dan hampir 50% lebih rendah didalam harga. Matsushita tetap memperluas bisnisnya bersama mengambil alih kontrak untuk product yang lain, layaknya pelat isolator. Pada 1922, perusahaannya memperkenalkan product baru tiap-tiap bulan. Dia juga mengembangkan langkah bisnis yang membuatnya menonjol berasal dari pesaingnya. Dia belajar bahwa product baru kudu lebih baik 30% dan 30% lebih tidak mahal berasal dari product lain yang sama jenisnya.

lampu sepeda, barang terlampau dibutuhkan di Jepang. Matsushita tahu bahwa bersama sebabkan product lampu yang efektif untuk jutaan sepeda di negaranya, dapat bisa jadi sebuah product yang populer. Jadi, ia merancang satu. Meskipun tidak segera sukses, produknya yang bernama “bullet-lamp” kelanjutannya jadi standar untuk semua industri. baterai Matsushita’s powered lampu jadi begitu sukses supaya banyak orang yang membelinya untuk digunakan di rumah-rumah mereka, untuk mengganti lampu minyak tanah tradisional. Matsushita Electric tengah didalam perjalanan untuk jadi raksasa industri.

Tahun 1923 bullet-lamp diikuti oleh product inovatif lainya yakni pemanas ruangan elektrik, meja pemanas elektrik, dan type baru termostat. Produk pertama radio Matsushita, 3 type tabung vakum, diperkenalkan terhadap th. 1931. Hal ini memenangkan hadiah pertama didalam Tokyo Broadcasting Station radio contest. Penemuan lainnya menyusul, juga motor listrik dan kipas
listrik.

Masa-masa Berat

Tidak seutuhnya perjalanan bisnis Matsushita terjadi bersama mulus. Meskipun lemari es, mesin cuci, AC, televisi berwarna, dan peralatan stereo yang kelanjutannya dapat diproduksi, tersedia lebih dari satu halangan yang menghadang. Dengan Depresi Besar terhadap th. 1930-an, Matsushita memandang penjualan turun drastis. Tapi tidak layaknya perusahaan lain, ia tidak memberhentikan karyawan supaya perusahaan tidak merugi, dikarenakan karyawan telah dianggapnya layaknya anggota berasal dari keluarganya. Sebaliknya, Ia menggesar posisi karyawanya yang sebelumnya jadi buruh pabrik untuk mendiami posisi penjualan. Pada sementara yang sama ia memotong jadwal produksi. Namun, gudang penuh bersama barang dagangan yang tidak terjual.

Matsushita tidak dapat beralih pikiran ketika manajer bersikeras bahwa perusahaan kudu memecat karyawan dan menutup fasilitas supaya perusahaan bisa senantiasa berdiri. Dia memotong setengah jam kerja, tapi senantiasa membayar penuh upah karyawannya. Ia juga meminta pekerja untuk menunjang menjajakan jaminan simpanan saham. Sebagai perusahaan lain banyak yang bangkrut, tapi Matsushita Electric senantiasa bertahan.

Perang Dunia Dua

Ketika Perang Dunia Kedua mempunyai kehancuran untuk negaranya, itu adalah jaman susah untuk bagaimana Matsushita bersikap terhadap perang yang terjadi, tapi perusahaan itu tidak memproses bahan-bahan untuk mesin perang Jepang. Ketika Jepang kalah dan Sekutu menguasai, Matsushita diperintahkan untuk menghentikan semua produksi. Sejak perusahaan memproses untuk menunjang Jepang didalam usaha perang, Matsushita Electric diberi sanksi bersama pembatasan memproses perusahaanya. Matsushita berfikir tampaknya itu adalah akhir perusahaannya, layaknya yang dialami banyak perusahaan Jepang lainnya, yang tidak pernah bisa bangkit setelah perang. Matsushita sendiri, hampir didepak berasal dari pimpinan perusahaan yang ia buat sendiri. karyawannya mengajukan petisi kepada pemerintah militer untuk mengizinkan dia senantiasa memimpin.

Matsushita percaya Jenderal Douglas MacArthur dan gubernur militer lainnya bahwa perusahaannya semestinya diizinkan untuk melanjutkan produksi. Dia berjanji bahwa Jepang dapat sekali ulang jadi kekuatan dunia, tapi kali ini bersama langkah damai. Dia percaya bahwa negaranya bisa memimpin dunia didalam elektronik. Gubernur militer, tahu bahwa langkah selanjutnya dapat menunjang Jepang pulih berasal dari kehancuran perang, perusahaan Matsushita diizinkan untuk terhubung kembali. Matsushita dan tim manajemennya mulai membangun kembali. Matsushita Electric segera ulang memproses dan menghasilkan keuntungan. Semangat kerja pada karyawan terlampau kuat.

Kebangkitan Perusahaan

Matsushita Electric tetap berkembang, mengakuisisi perusahaan lainnya. Pada th. 1952, ia menawarkan kepada kastemer televisi pertama hitam putih. Pada th. 1959, Matsushita telah mendirikan tidak cuma Kyushu Matsushita Electric Company, Osaka Precision Machinery Company (kemudian berganti nama jadi Matsushita Seiko), dan Matsushita Communication Industrial kelompok (yang memproses tape recorder pertama), tapi juga Matsushita Electric Corporation of America. Perusahaan yang sebabkan televisi berwarna pertama terhadap th. 1960, dikarenakan produknya tetap menyebar ke semua dunia supaya merek kondang yakni “Nasional” dan “Panasonic.”

Konosuke Matsushita meninggal terhadap umur 94 tahun, ia meninggal di Tokyo terhadap tanggal 27 April 1989, meninggalkan keliru satu kerajaan manufaktur terbesar di Jepang.

Dalam lebih dari satu th. terakhir perusahaan telah terlibat bersama pengembangan standar high-density optical disc ditujukan untuk menukar DVD dan kartu memori SD.

Pada tanggal 19 Januari 2006 Panasonic memberitakan bahwa, mulai terhadap bulan Februari, ia dapat menghentikan memproses televisi analog (kemudian 30% berasal dari keseluruhan bisnis TV) untuk berkonsentrasi terhadap TV digital.

Pada November 3, 2008 Panasonic dan Sanyo tengah didalam pembicaraan, supaya terhadap kelanjutannya Panasonic mengakuisisi Sanyo. merger ini selesai terhadap bulan September 2009, dan menghasilkan satu-perusahaan bersama pendapatan lebih berasal dari ¥ 11.2 triliun (sekitar $ 110 miliar). Sebagai anggota berasal dari perusahaan elektronik Jepang terbesar, merek Sanyo dan lebih dari satu besar karyawan dapat dipertahankan sebagai anak perusahaan.

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :