BUK Rudal Penembak Pesawat Malaysia Airlines

By | November 13, 2019

BUK Rudal Penembak Pesawat Malaysia Airlines

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengeluarkan penolakan yang kuat bahwa pasukannya terlibat di dalam menembak jatuh pesawat, Dia mengatakan:”Kami tidak pungkiri bahwa pesawat ini ditembak jatuh,dan kami utamakan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tidak mengambil tindakan terhadap setiap sasaran udara.’

“Kami yakin bahwa mereka yang bersalah di dalam tragedi ini bakal bertanggung jawab,” tambahnya.

Pemberontak pro-Rusia termasuk membantah mereka terlibat di dalam serangan itu, bersama dengan mengatakan mereka yakin pesawat itu ditembak jatuh oleh angkatan hawa Ukrianian.

Sebelumnya, pemberontak pro-Rusia mengklaim bertanggung jawab atas permukaan-ke-udara rudal terhadap dua Ukraina Sukhoi-25 jet kemarin.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan jet kedua tertabrak rudal portabel permukaan-ke-udara BUK, serta memberikan bahwa pilot selamat dan berhasil mendaratkan pesawatnya bersama dengan selamat.

The BUK, yang dikembangkan oleh Uni Soviet terhadap tahun 1979, senantiasa secara luas digunakan di seluruh negara bekas Uni Soviet, termasuk Ukraina.

Sampai pas itu diibaratkan cuma permukaan-ke-udara rudal di tangan pemberontak adalah peluncur bahu-diadakan bersama dengan beragam keterlibatan maksimum 10.000 kaki.

Dalam sebuah pernyataan pemimpin separatis Donetsk Andrei Purgin mengatakan bahwa ia yakin bahwa pasukan Ukraina telah menembak itu turun tapi tidak memberikan penjelasan untuk pernyataan itu.

Purgin mengatakan dia tidak mengetahui apakah pasukan pemberontak yang dimiliki BUK peluncur rudal, tapi bahkan terkecuali mereka melakukannya, di sana tidak punyai pejuang mampu beroperasi itu.

Ahli Pertahanan telah perlihatkan kekhawatiran di masa lalu mereka mampu digunakan untuk menargetkan terhadap pesawat sipil.

Sebelumnya, analis pertahanan Mayor Charles Heyman, yang mengedit buku berjudul Angkatan Bersenjata Uni Eropa, yakin itu mampu saja jatuh oleh ‘slack’ Ukraina pusat pertahanan udara.

Dia mengatakan kepada Sky News: “Sepertinya kebingungan. Ada kemungkinan bahwa Ukraina pikir itu bermusuhan dan tidak sipil dan menembak ke bawah. ‘

Baca Juga :