Bumi Makin Kritis

By | January 20, 2020

Table of Contents

Bumi Makin Kritis

Bumi Makin Kritis

Bumi Makin Kritis

Hari Bumi Internasional diperingati tiap tanggal 22 April. Hari Bumi dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini, yaitu bumi.
Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan selatan. Tahun ini menjadi istimewa karena mencapai 40 tahun sejak pertama kali dicanangkan.

Sejak dicanangkan Peringatan Hari Bumi untuk pertama kalinya empat puluh tahun silam, bumi yang kita huni mengalami kerusakan yang semakin parah dari tahun ke tahun. Pemanasan global menjadi tantangan besar dewasa ini. Peringatan Hari Bumi tahun 2010 ini mengarah pada pentingnya peningkatan kebijakan iklim, efisiensi energi, energi terbarukan dan pembukaan lapangan kerja yang ramah lingkungan. Baik individu maupun pemerintah, diharapkan mampu bahu-membahu menciptakan pertumbuhan ekonomi global tanpa mengesampingkan pelestarian lingkungan.

Kalau kita perhatikan, coba tanya kepada beberapa orang. Hari bumi diperingati tanggal berapa? Pasti tidak sedikit yang jawab tidak tahu, bahwa setiap tanggal 22 April kita peringati sebagai Hari Bumi atau Earth Day. Mungkin bagi sebagian orang peringatan ini hanya dijadikan sebagai seremonial belaka, tanpa adanya kesan yang mendalam. Ada hal penting yang harus kita jadikan sebagai renungan :

1. Bumi kita semakin panas yang disebabkan oleh gas rumah kaca. Kondisi ini terjadi karena pola hidup kita jarang atau hampir sama sekali tidak memikirkan kepentingan generasi yang akan datang.
2. Bumi kita semakin jenuh dengan adanya benda, zat, keadaan yang masuk di dalamnya hingga melebihi kapasitas daya tampungnya.

Kalau saja kondisi ini berjalan terus tanpa adanya pengendalian lingkungan yang berarti, mungkin akan jadi seperti ini:

1. Manusia paling tidak membutuhkan satu bumi lagi, agar segala kebutuhannya dapat tercapai, atau dengan kata lain tindakan merusaknya di bumi yang sekarang ini dapat terlampiaskan.
2. Mungkin manusia suatu saat nanti mirip dengan kendaraan bermotor. Kalau kendaraan bermotor menempuh jarak tertentu kemudian mengisi bahan bakar di pom bensin, maka manusia juga akan begitu. Setiap kali manusia akan berpergian ke suatu daerah hingga menempuh jarak tertentu, maka manusia tersebut akan singgah ke pom oksigen untuk beli oksigen di pom tersebut dengan membayar ribuan rupiah. Keadaan itu terjadi karena semakin kotornya udara kita sekarang ini.

Baca Juga :