Cyber Generation (C Generation)

By | September 8, 2019

Cyber Generation (C Generation)

Cyber Generation (C Generation)

Cyber Generation (C Generation)

Siswa sekarang berbeda dengan siswa jaman saya sekolah dulu. Saya lahir dari generasi papan tulis hitam putih sedangkan siswa sekarang lahir dari sebuah Cyber Generation. Meminjam istilah dari Rhenald Kasali, Generasi C ini lahir di tengah arus informasi dan globalisasi. Mereka sudah mengenal perangkat telekomunikasi seperti HP, IPad, Gadget, dll sejak kecil sehingga para generasi cyber ini menyerap informasi termasuk ilmu pengetahuan dari berbagai sumber. Mereka sudah bukan lagi botol kosong yang kita sebagai guru akan menuangkan air. Mereka ibarat botol yang sudah berisi air, kita akan menambahkan air mungkin hanya sedikit selebihnya memastikan bahwa air yang ada dalam botol tersebut air yang bagus/berkualitas dengan pendidikan karakter yang mantap.
Mereka adalah generasi emas ketika tahun 2045 merupakan momentum 100 tahun indonesia merdeka dengan visi terciptanya Indonesia sebagai negara maju dan modern top 10 dunia. Sekali lagi mereka adalah pemuda yang saat itu sebagai agen perubahan penting. Bung Karno mengatakan, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia“.

Bagaimana membuat e-learning?
Ketika pertama kali mendengar dan berniat membuat e-learning pada tahun 2001, yang terlintas dipikiran saya yaitu rumit, harus punya laptop, mahal, akses internet sulit, dan belum butuh. Sebenarnya situasi dan kondisi saat itu yang realistis yaitu mahalnya harga laptop dan sulitnya akses internet terutama di sekolah. Siswa yang mahir internet apalagi punya perangkat untuk akses internet juga masih sedikit. Meskipun begitu saya menganggap ini adalah tantangan dan saya pasti bisa.

Sebagaimana penjelasan e-learning di atas, e-learning secara off-line dapat dibuat dengan menggunakan CD/DVD. Pembuatan CD/DVD e-learning perlu bantuan software aplikasi seperti presentasi, flash, authoware, dan sebagainya. Oleh karena itu kita perlu menguasai salah satu aplikasi atau beberapa aplikasi agar hasilnya maksimal. Hal ini tepat untuk sekolah yang sudah punya perangkat komputer namun masih sulit mengakses internet. Materi pembelajaran kita buat dengan salah satu aplikasi tersebut dengan tetap memperhatikan unsur-unsur atau fitur e-learning sebagaimana ditulis Clark and Mayer (Clark and Mayer, 2008:10) antara lain:

  • 1. Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
  • 2. Menggunakan metode instruksional seperti praktik dan contoh untuk membantu belajar.
  • 3. Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
  • 4. Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu (asynchronous).
  • 5. Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar. – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-e-learning.html#sthash.iTzXCTqL.dpuf
  • Konten yang relevan dengan tujuan belajar
  • Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar.
  • Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
  • Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu (asynchronous).
  • Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.

– See more at: http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-e-learning.html#sthash.iTzXCTqL.dpuf

Apabila lingkungan sekolah dan rumah mendukung akses internet maka seyogyanya atau akan lebih mudah dan berdaya jangkau lebih luas menggunakan basis web. Web penyedia fasilitas e-learning sudah semakin banyak sehingga kita tinggal mengisi kontennya. Kita dapat memilih web yang berbayar atau gratis dengan menerima persyaratan yang ditentukan.

Berikut adalah contoh video presentasi tentang desain e-learning di Sekolah Tinggi Arizona-Amerika Serikat sebagai penyemangat dan pembanding dalam kita mengaplikasikan e-learning.