Dosen ITS, Raih Penghargaan Produk Inovasi Terbaik

By | December 3, 2019

Dosen ITS, Raih Penghargaan Produk Inovasi Terbaik

Dosen ITS, Raih Penghargaan Produk Inovasi Terbaik

Dosen ITS, Raih Penghargaan Produk Inovasi Terbaik

Di tangan peneliti handal, limbah bisa jadi produk yang inovatif dan bermanfaat

. Seperti halnya yang dilakukan oleh Dr Eng Januarti Jaya Eka Putri, dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Berkat produk paving block dari limbah batubara (fly ash) karyanya, perempuan yang biasa disapa Yani ini mendapat penghargaan Adibarata di puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (10/8) malam.

Penghargaan Adibarata merupakan anugerah yang diberikan oleh Kementerian Riset

, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada peneliti yang berhasil mengembangkan risetnya menjadi produk inovatif. Produk paving dari limbah batu bara karya Yani ini diang penelitian yang paling inovatif dan berdampak kepada masyarakat.

Perempuan berjilbab ini mengungkapkan penelitiannya tersebut bermula karena kekhawatirannya akan jumlah limbah abu batubara yang menimbun di Indonesia. Doktor lulusan Jepang ini mengungkapkan 48 persen listrik di Indonesia menggunakan batubara, dan hal ini menghasilkan banyak abu batu bara atau yang biasa disebut fly ash.

Fly ash ini merupakan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. “Untuk itulah limbah batubara

perlu diolah lagi menjadi produk lain. Selain untuk melindungi lingkungan, juga sebagai sumber pendapatan masyarakat apabila berhasil dikomersilkan,” jelasnya.

Solusi yang ditawarkan Yani adalah dengan memanfaatkan fly ash menjadi bahan bangunan, yakni membuat geopav, salah satu produk geopolimer yang memanfaatkan limbah batubara menjadi paving. Caranya adalah dengan mencampurkan abu batubara, cairan alkali dan agregat dengan takaran tertentu. “Cara membuatnya juga tidak beda dengan paving pada umumnya, sehingga tidak memerlukan perlakuan khusus,” sambung perempuan yang sempat dibesarkan di Papua.

 

Baca Juga :