Efek Negatif Buah Belimbing

By | September 5, 2020

Belimbing merupakan buah khas tropis. Penyebaran awalnya di Asia Tenggara dan juga ditemukan di India dan Pakistan. Belimbing sangat disukai karena rasanya yang manis dan enak. Namun siapa sangka, buah ini juga berbahaya.

Belimbing kini tersebar luas di seluruh Amerika Serikat (Florida) dan Amerika Latin. Buah belimbing yang juga dikenal dengan nama belimbing memiliki bentuk yang khas. Saat dipotong secara horizontal, terlihat seperti bintang.

Tanaman belimbing memiliki nama ilmiah Averrhoa carambola, termasuk dalam famili Oxalidaceae. Buahnya banyak mengandung asam oksalat. Bahan menjadi mematikan bila dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi.

Pohon belimbing memiliki daun majemuk, berukuran kecil namun subur. Bunganya berwarna merah muda kemerahan dan bergerombol di sekitar cabang. Bunga mudah rontok, terutama saat hujan. Warna belimbing wuluh hijau tua kompilasi masih muda dan berubah kuning keemasan setelah matang.

Nutrisi buah belimbing

Buah belimbing yang manis asam cocok untuk melepas dahaga saat musim panas. Buahnya sudah matang sempurna, kandungan gulanya cukup tinggi. Sepertinya dari rasanya yang sangat manis. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar, jus, permen atau acar.

Belimbing merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin C. Seperti kita ketahui bersama, vitamin C sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan kulit dan kecantikan. Manfaat wewangian lainnya termasuk antioksidan dan flavonoid. Kandungan memainkan peran penting dalam memerangi penuaan dini, memperbaiki sel yang rusak dan membutuhkan kanker.

Rata-rata dalam satu buah belimbing hanya mengandung 30 kalori. Kandungan seratnya sangat tinggi, bagus untuk melancarkan ventilasi udara yang lebar. Belimbing wuluh dapat dikonsumsi segar atau diolah tanpa ada perbedaan gizi.

Peringatan untuk pasien ginjal

Bagi Anda yang memiliki ginjal yang sehat, Anda bisa mengonsumsi buah ini sesuka hati. Namun, jangan coba-coba bagi mereka yang memiliki fungsi ginjal.

Bagi penderita penyakit ginjal yang meminum belimbing secara diam-diam bisa menggunakan keracunan. Gejalanya antara lain mual, muntah, kehilangan kesadaran, kekuatan otot menurun, anggota tubuh mati rasa, insomnia, kram hingga kematian meski sangat jarang.

Keracunan buah belimbing terkenal dengan kandungan asam oksalatnya yang tinggi. Pada orang yang menderita penyakit ginjal, asam oksalat akan menumpuk jika tidak dikeluarkan penderita diabetes. Ini menjadi konsentrasi yang lebih tinggi yang menyebabkan toksisitas.

Namun penelitian lain menunjukkan bahwa, karena mengonsumsi makanan tinggi asam oksalat seperti bayam, tidak menunjukkan gejala yang sama. Hingga disimpulkan bahwa keracunan disebabkan oleh zat yang tidak diketahui.

Perawatan keracunan pati dapat diobati dengan dialisis dan hemodialisis atau cuci darah. Untuk gejala yang parah, seperti tidak sadarkan diri, metode dialisis tidak berpengaruh. Penyembuhan harus dilakukan dengan hemodialisis.

Penderita keracunan parah dan hemodialisis bisa sembuh total. Tidak ada lagi menampilkan gambar keracunan Tetapi pada pasien yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian.