Fase Yang Pasti Dialami Pada Masa Terpuruk

By | August 24, 2019

Fase Yang Pasti Dialami Pada Masa Terpuruk Sebelum Akhirnya Bangkit dari Masa Sulit

Kalian yang ketika ini sedang terpuruk, ingatlah bahwa menerima situasi diri sendiri ialah wajib hukumnya. Permasalahan yang dihadapi memang dirasa berat, lumrah sebab tersebut tantangan guna dihadapi. Namun, hingga kapan kalian inginkan terpuruk?

Waktu dan tenaga yang terkuras bakal menjadi percuma saja andai kalian tidak inginkan berubah. Aku menyadari bahwa ketika berkata dan menyebutkan tersebut memang mudah dikomparasikan untuk dijalani. Bukankah tipikal anda yang senang berkata namun tidak cukup tindakan? Lantas bagaimanakah proses yang mesti dijalani?

Perihal memperbaiki situasi diri saat menghadapi suasana yang buruk sekalipun, kalian perlu proses. Namanya proses pasti kadang dapat membaik namun dapat kembali terpuruk. Nikmatilah dan belajar guna mengontrol diri. Proses pun membutuhkan masa-masa yang terbilang tidak singkat. Tapi tidak terdapat salahnya untuk di usahakan kan?

1. Penolakan mengenai situasi terpuruk akan dialami saat kesatu kali

Biasanya saat mengalami situasi tidak enak, laksana putus cinta atau di selingkuhi, maka anda akan menolak fakta tersebut. Umumnya anda akan merasa bahwa seluruh informasi ataupun apa yang anda lihat langsung ialah salah.

Di samping itu, diri anda merasa bahwa ini hanya mimpi dan seluruh itu melulu bohongan saja. Memang situasi tersebut buruk, serasa kejatuhan batu besar di kepala. Tapi tetap mesti di sadari bahwa begitulah suasana yang mesti dialami.

2. Kemarahan mulai hadir dan tidak dapat dihindarkan

Selanjutnya anda akan merasa marah atas situasi yang sedang dialami. Tidak adanya persiapan guna merasakan urusan itu membiat anda menjadi uring-uringan.

Lantas marah menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan. Marah terhadap keadaan, orang-orang di sekitar, bahkan dapat menyalahkan Tuhan atas situasi ini. Pernah mendengar kalimat “Mengapa aku yang merasakan ini?” atau bahkan kalian pernah menuliskannya?

3. Perlahan mulai sadar dan mengupayakan mencari teknik untuk memperbaikinya

Setelah merasa lega ataupun lelah dampak marah, maka berikutnya mengupayakan untuk memikirkan bagaimana menuntaskan persoalan yang dihadapi. Mulai dari berdoa, bertanya ke orang lain, menggali informasi dari orang ahlinya, dan sebagainya. Semua dilaksanakan semata-mata untuk dapat menyelesaikan situasi yang ada. Sebab adanya kemauan untuk dapat kembali ke situasi semula.

4. Mengalami rasa lelah berkepanjangan bahkan merasa depresi
Ketika telah mencoba sekian banyak cara tetapi belum berhasil, otomatis rasa depresi yang muncul. Kembali hendak menangis dan marah sebab semua tidak dapat diselesaikan. Merasa diri tidak dapat dan mengurangi diri dengan terus menerus. Muncul perilaku menyalahkan diri sendiri yang sebenarnya tidak butuh dilakukan. Sebab saya dan anda butuh sadar bahwa andai bukan anda yang menyelesaikan, kemudian siapa lagi?

5. Setelah lelah menikmati semuanya, perlahan mulai menerima situasi yang ada

Sudah lelah tetapi merasa ini belum selesai. Maka hadir perasaan bahwa ini seluruh memang butuh diterima dan dijalani. Percuma guna disembunyikan dan dirasakan tidak ada, sebab kenyataannya memang butuh dijalankan. Maka merasa menerima diri sendiri dan situasi yang terdapat menjadi urusan yang indah. Semata-mata untuk menuntaskan fase-fase negatif yang menyalahkan diri sendiri.

Semua dilaksanakan memang tidak gampang dan dapat terus berputar. Layaknya lingkaran yang tidak terputus, maka kalian dapat berputar-putar dalam langkah yang ada. Bahkan dapat saja maju mundur tanpa pernah usai.

Maksudnya andai sudah dapat melalui langkah ketiga, eh kalian merasa pulang marah dan mundur lagi ke waktu sebelumnya. Itu lumrah terjadi, tetapi tidak dapat dibiarkan terus menerus. Mulai kini berhenti sejenak dan memikirkan apa yang butuh dilakukan supaya kalian dapat menerima semuanya dengan ikhlas.

Baca Juga: