Fenomenologi Alfred Shutz

By | September 26, 2019

Table of Contents

Fenomenologi Alfred Shutz

Fenomenologi Alfred Shutz

Fenomenologi Alfred Shutz

a. Menekankan adanya hubungan antarapengetahuan dengan perilaku manusia sehari-hari.
b. Manusia menjadi mahluk sosial.
Dimana tindakan manusia adalah because motive (motif sebab) karena in order to motive (motif tujuan yang ingin dicapai) katakunci: “Agar”.
Schutz memang berhutang budi pada Husserl dan Weber, di mana atas jasa kedua orang itu Schutz dapat ‘mengawinkan’ antara fenomenologi transendental Husserl dengan konsepnya Weber mengenai verstehen. Konsep Schutz mengenai dunia sosial sesungguhnya dilandasi oleh kesadaran (consciousness) karena menurutnya di dalam kesadaran itu terdapat hubungan antara orang (orang-orang) dengan objek-objek. Dengan kesadaran itu pulalah kita dapat memberi makna atas berbagai objek yang ada. Tindakan sosial yang dimaksudkan oleh Schutz sebenarnya merujuk kepada konsepnya Weber dan sementara itu konsep intersubjektivitas Husserl juga sangat kental terasa. Di mana intersubjektivitas dianggap oleh Schutz sebagai suatu konsep atau model yang ideal yang menggambarkan pengetahuan atau pengalaman kita di dalam dunia keseharian.
Bagi Schutz memang pengetahuan mengenai dunia sosial itu merupakan pengetahuan yang sifatnya inderawi belaka dan tidak lengkap, tidak akan pernah utuh, karena kemampuan indera manusia dalam menyerap pengetahuan itu memang memiliki keterbatasan. Fenomenologi memang memfokuskan pada pemahaman dan pemberian makna atas berbagai tindakan yang dilakukan seseorang atau orang lain di dalam kehidupan keseharian sehingga fenomenologi memang merupakan pengetahuan yang sangat praktis serta bukan merupakan pengetahuan yang sifatnya intuitif dan metafisis. Sosiologi memang termasuk ke dalam pengetahuan yang sifatnya praktis tadi karena sosiologi dapat memberikan penjelasan mengenai dunia sosial. Oleh karena itu, apa yang dinamakan lifeworld sesungguhnya dilandasi oleh pengetahuan dan ini selalu berkaitan dengan apa yang dinamakan dengan tipifikasi, karena tipifikasi ini merupakan komponen utama dari ilmu pengetahuan. Hanya saja Schutz membedakan antara ilmu (science) dengan ilmu sosial (social science) di mana di dalam fenomenologi konsep ilmu sosial selalu berkaitan dengan tipifikasi karena tipifikasi merupakan suatu fenomena atau gambaran nyata dari suatu objek ideal yang ‘berada di luar sana’.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/