Film Jadi Sarana Suarakan Sains ke Generasi Muda

By | August 17, 2019

Film Jadi Sarana Suarakan Sains ke Generasi Muda

Film Jadi Sarana Suarakan Sains ke Generasi Muda

Film Jadi Sarana Suarakan Sains ke Generasi Muda

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut bahwa film bisa dijadikan sarana

untuk menyuarakan dan mengenalkan sains agar generasi muda memahami dan menyukai dunia penelitian.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, mengatakan, Indonesia butuh mempromosikan film lewat berbagai saluran. Selain media sosial dan media lainnya, sains juga bisa disampaikan lewat film.

“Diplomasi sains ini ke seluruh dunia. Menjadi generasi sains, ilmuwan harus ikuti perkembangan zaman dan teknologi, sehingga promosinya menjadi lebih mudah,” kata Nur Tri Aries di Jakarta, Senin (1/4).

Menurut Nur Tri Aries, agar generasi muda menyukai sains, perlu pendekatan yang memang

mudah dipahami dan menyenangkan. Nur menambahkan, inilah saatnya, perlu lebih banyak peneliti muda muncul dan mendorong sains melalui kehadiran sineas muda. “Diharapkan masyarakat dunia lebih kenal Indonesia dan komunitas penelitinya,” ucap Nur.

Dalam kesempatan itu, LIPI melakukan pemutaran film dokumenter berjudul Inventing Tomorrow yang digarap oleh sutradara Laura Nix. Film ini menampillkan kisah inspiratif ilmuwan remaja dari Indonesia, Hawai, India, dan Meksiko dalam mengatasi masalah lingkungan yang sangat kompleks dewasa ini.

Latar belakangnya adalah proyek penelitian anak muda ini yang dipresentasikan dalam ajang kompetisi ilmiah internasional untuk remaja, Intel International Science and Engineering Fair tahun 2017 lalu di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sutradara Laura Nix menjelaskan, film Inventing Tomorrow dilatarbelakangi

keinginan untuk mendorong tumbuhnya
semangat dan optimisme generasi muda dalam bidang sains.

“Sains tidak mengenal batas rasial. Sebelumnya bidang teknologi, teknik dan matematika sering dianggap hanya untuk mereka yang mengenakan jas laboratorium. Padahal, siapapun bisa melakukannya,” ungkap Laura.

Inventing Tomorrow sendiri masuk dalam nominasi Grand Jury Prize di Sundance Film Festival 2018 serta menjadi pemenang Documentary Competition Award dalam Seatlle International Film Festival 2018.

Dalam dokumenter berdurasi 87 menit tersebut, Indonesia diwakili oleh sosok Intan Utami Putri dan Shofi Latifah Nuha Anfaresi. Keduanya adalah pelajar SMAN 1 Sungailiat, Bangka yang merupakan pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI tahun 2016.

Intan Utami Putri mengungkapkan, keprihatinannya terhadap dampak buruk pencemaran akibat aktivitas pertambangan timah di perairan pantai Bangka. Hal ini memicu dirinya dan Shofi untuk melakukan penelitian.

“Daerah pantai Bangka berair keruh akibat pembuangan hasil samping proses pengolahan biji timah,” kata Intan.

Keduanya lalu melakukan eksperimen menggunakan pasir timah dari laut Bangka untuk menurunkan kadar logam berat timbal pada hasil samping proses pengolahan biji timah.

“Penelitian merupakan jalan bagi saya untuk dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Intan, film ini sangat penting ditonton oleh generasi muda. Film ini mengajak generasi penerus bangsa untuk dapat menemukan solusi dari permasalahan lingkungan lewat meneliti.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku