Hambatan Mental pada Anak dalam Belajar

By | October 17, 2019

Hambatan Mental pada Anak dalam Belajar

Tahukah Ayah bunda bahwa anak yang berprestasi di sekolah ternyata diprovokasi oleh semangat atau kemauan yang kuat guna belajar? Namun, terkadang saat kita menyaksikan anak sudah mengerjakan usaha terbaiknya ternyata prestasinya biasa-biasa aja. Apa yang salah?

Ada sejumlah hambatan mental yang paling berpengaruh untuk anak dalam belajar. Misalnya rasa malas, tidak menyenangi pelajaran tertentu, fobia dengan guru, fobia dengan orang tua, tidak percaya diri, dan tidak sedikit lainnya. Hambatan mental ini menyerahkan efek yang begitu besar sehingga semangat belajar anak menjadi naik turun.

Seorang anak terlahir laksana kertas putih, apapun dalam format interaksi antara orang tua atau lingkungannya bakal menjadi goresan dalam hidup mereka, tidak peduli apakah tersebut hal baik atau buruk. Anak pada umur 0-6 tahun ialah masa kritis dan paling efektif dalam menanamkan hal-hal yang baik. Pada umur ini anak belum mempunyai filter penyaring informasi untuk memisahkan hal yang benar atau salah, segala urusan yang disebutkan kepada anak bakal di terima dan dinyatakan kebenarannya meskipun tersebut hal yang salah.

Pernahkah Ayah bunda menyampaikan hal yang negatif untuk anak? Misalnya, anda bodoh, anda susah disuruh belajar, anda lambat. Hal ini bakal menjadi program dalam diri anak yang anak menghambat mereka di masa depan. Program yang sudah masuk ke benak bawah sadar paling kuat pengaruhnya dalam kehidupan, benak bawah sadar pengaruhnya 88% sedangkan kekuatan benak sadar melulu 12%, dengan kata lain bawah sadar lebih powerful daripada benak sadar.

Sumber : www.studybahasainggris.com/