HATI NURANI

By | May 10, 2020

HATI NURANI

HATI NURANI

Hati nurani atau instusi merupakan tempat dimana manusia dapat memperoleh saluran  ilham pada manusia. Hati nurani ini diyakini selal cenderung kepada kebaikan dan tidak suka kepada ke kebaikan dan tidak suka kepada keburukan. Atas dasar inilah muncul aliran atau pahaman intuisisme , yaitu paham yang mengatakan bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kata hati, sedangkan perbuatan yang buruk ialah prbuatan yang tidak sejalan dengan kata hati atau hati nuran, sebagaimana hal ini telah diuraikan panjang lebar di atas.

             Karna sifat demikian itu hati nurani harus menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam melaksanakan kebebasan yang ada dalam diri manusia, yaitu kebebasan yang tidak menyalahi atau membelenggu hati nuraninya, karena kebebasan yang demikian pada hakikatnya adalah kebebasan  yang merugikan secara moral.

               Dalam jiwa manusia dirasakan ada sesuatu kekuatan yang berpungsi untuk memperinggatkan, mencegah dari perbuatan yang buruk. Sebaliknya kekuatan tersebut mendorong terhadap perbuatan yang baik. Ada perasaaan yang tidak senang jika mengerjakan sesuatu karena tidak tunduk kepada kekuatan ini. Apabila perbuatan jahat, kekuatan tersebut memarahinya dan merasa menyesal atas perbuatan itu. Kekuatan tersebut adalah hati nurani.

           Hati nurani timbul dari hati yang paling dalam. Perintah seseorang untuk melakukan kewajiban  dan jangan sampai menyalahinya. Contohnya melihat seseorang jatuh dijalan, saat itu tidak ada orang, maka hati nurani berkata biarlah saya tolong, hati nurani menimmbulkan seketika itu.

 Ciri-ciri hati nurani adalah sebagai berikut:

  1.  Apabila kekuatan mengiringgi suatu perbuatan, dapat memberi petunjuk dan membimbing dari kemaksiatan.
  2. Apabila kekuatan mengiringi sesuatu perbuatan, dapat mendorongnya untuk menyempurnakan perbuatan yang baik dan menahan perbuatan yang buruk.
  3. Apabila kekuatan menyusul setelah perbuatan  dapat merasa gembira dan senang. Jika berbuat kesalah dia sakit dan pilu, karena kesalahan itu.

       Hati nurani menyuruh melakukan kewajiban, bukan karena balasan dan siksaan tetapi lebih disebabkan oleh persaan dalam batin. Hati nurani mempunyai tingkat yaitu:

  1.  Persaan melakukan kewajiban karena ibadah kepada Allah.
  2. Perasaan mengharuskan mengikutinya apa yang telah diperintahkan.
  3. Perasaan yang seharusnya  mengikuti apa yang dipandang dirinya benar.
  4. Perasaan melakukan kewajiban karena takut kepada Allah bukan pada manusia atau yang lainnya

 Hati nurani setiap orang berbeda-beda. Hal inidi sebabkan sebagai faktor. Faktor-faktor tersebut adalah

  1. Faktor masa lampau

Beradab- adab yang lalu perbudakan itu adalah hal yang biasa dan perempuan dipergunakan sebai pemuas nafsu adalah yang sangat lumrah. Namun sekarang, dimanapun di dunia ini mencela dan mengecamnya. Ini bahwasanya hati nurani orang dahulu  tidakklah sebaik hati orang zaman sekaran. Pada zaman itu hati nurani mereka tidak peka, tidak tanggap dan menyalahi fitrah manusia.

  1. Faktor perbedaan waktu

Terkadang ia menyaksikan sesuatu yang baik di dalam suatu waktu sehingga bila meningkat dikiranya ia melihatnya buruk dan begitu sebaliknya. Misalnya seseorang selalu berselisih dengan tetangganya. Ada saja yang diperdebatkan, sbenarnya bisa diselesaikan denggan damai. Namun, setahun berikutnya mereka jarang berkelahi. Mereka telah menyadari bahwa perselisihan itu tidak baik.

        Hati nurani itu kadang salah, namun ia begitu tidak disalahkan apabila nanti terlihat perbuatanya merugikan segala perbuatan diberi hukum baik dan buruknya karena melihat kepada maksud yang melakukan bukan karena melihat kepada hasil atau buah dari perbuatan tersebut.

               Seorang presiden belum tentu memiliki hati nurani bila di bandingkan dengan seorang rakyat kecil. Misalnya preside Amerika Serikat J.W.Bus atau Tony B lair yang tampak tidak memiliki hati nurani. Mereka mengobrak abrik Irak dan Negara Islam  dengan berbagai alas an yang dibuat-buat. Amerika Serikat boleh memiliki kecerdasan, kekayaan,dan kekuasaan namun tidak ada hebatnya dengan hati nurani.

                     Para Yahudi Israel yang selalu mengusik dan memusuhi umat islam dan mereka melakukan pembantaian, penganiayaan di berbagai Negara Islam. Dengn dalih teroris, padahal kenyataanya justru mereka itulah yang sebagai teroris  dunia yang nyata. Mereka adalah contoh manusia yang tida memiliki atau mempergunakan hati nuraninya. Hati nurani mendorong pada kebaikan dan setiap manusia memilikinnya. Timbul pertanyaan mengapa masih ada juga orang-orang jahat seperti pembunuh, penjahat, pezina dan lainnya?

 Karena tidak semua orang menyadari keberadaan hati nuraninya dan pada saat mereka menyadarinnya mereka enggan mengikutinya . setelah terjadi hal buruk barulah mereka menyesal.penyesaln tidak datang sebelum terjadi. Banyak orang yang tiga atau empat kali keluar masuk penjara baru menyesal.

                   Sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa, wajib mempergunakan akal, pikiran dan hati nurani seorang muslim harus mampu membedakan mana yang merupakan hati nurani dan mana merupakan bisikan setan yang terkutuk. Untuk bisa membedakannya harus disadari keberadaanya, didalam diri dan mempergunakannya. Apabila setiap manusia mengunakan hati nuraninya di padukan dengan akal dan pikiran, maka dunia ini akan aman, tentram, makmur. Tidak ada lagi kemksiatan yang merajalela.


Sumber: https://fgth.uk/clouds-sheep-apk/