Istilah Terkait Virus Corona (COVID-19) Beserta Artinya

By | April 6, 2020

Istilah Terkait Virus Corona (COVID-19) Beserta Artinya

Hingga Minggu (22/3/2020), tercatat telah tersedia 514 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia bersama jumlah korban meninggal meraih 48 orang. Berkenaan bersama wabah virus Corona SARS-CoV-2 yang telah menewaskan puluhan ribu jiwa di seluruh dunia ini, tersedia sejumlah arti yang nampak di beraneka pemberitaan. Apa saja arti terkait virus Corona penyebab COVID-19 tersebut beserta artinya?

Berbagai Istilah Terkait Virus Corona (COVID-19)
Istilah-istilah layaknya pandemi, social distancing, ODP, hingga PDP sudah pasti telah tidak asing lagi bagi Anda yang tetap memantau pertumbuhan wabah COVID-19, bukan? Simak penjelasan lebih lanjut tentang beraneka arti terkait virus Corona SARS-CoV-2 tersebut tersebut ini!

1. Orang Dalam Pemantauan (ODP)
Menurut Kemenkes RI, Orang didalam pemantauan (ODP) adalah arti terkait virus Corona (SARS-CoV-2 ) untuk mengartikan seseorang yang mengalami gejala:

Demam di atas 38 derajat celcius
Batuk
Pilek
Sakit tenggorokan
Selain itu, seseorang yang masuk ke didalam kategori ODP ini ialah mereka yang didalam kurun pas 14 hari terakhir sebelum saat munculnya gejala mencukupi syarat-syarat sebagai berikut:

Ada riwayat perjalanan atau tinggal ke negara yang melaporkan terdapatnya transmisi lokal.
Ada riwayat perjalanan atau tinggal di wilayah domestik yang melaporkan terdapatnya transmisi lokal.
Mereka yang berstatus ODP kebanyakan tidak bakal merintis rawat inap di tempat tinggal sakit, tapi diwajibkan untuk merintis isolasi independen selama 14 hari atau hingga situasi kesegaran meningkat.

2. Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
Sementara itu, pasien didalam pengawasan (PDP) adalah arti yang digunakan untuk mengartikan seseorang yang punyai situasi sebagai berikut:

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) bersama gejala demam di atas 38 derajat celcius/batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia enteng hingga berat.
Ada riwayat perjalanan atau tinggal ke negara yang melaporkan terdapatnya transmisi lokal.
Ada riwayat perjalanan atau tinggal di wilayah domestik yang melaporkan terdapatnya transmisi lokal.
Ada riwayat kontak bersama seseorang yang positif COVID-19.
Membutuhkan perawatan medis di tempat tinggal sakit.
3. Wabah
Menurut KBBI, wabah adalah suatu penyakit menular yang menular bersama cepat dan menyerang sejumlah besar orang di tempat yang luas.

4. Epidemi
Istilah terkait virus Corona penyebab COVID-19 lainnya yang kerap kita dengar adalah epidemi. Dilansir berasal dari CNN, epidemi adalah situasi disaat suatu penyakit menyebar bersama cepat di antara orang banyak.

Epidemi adalah tingkat persebaran wabah penyakit yang tetap berskala kecil. Artinya, penyebaran penyakit tetap terbatas hanya di suatu tempat atau wilayah tertentu. Sebagai contoh, pas wabah COVID-19 baru berlangsung di negara China, maka wabah ini bisa dikategorikan sebagai epidemi.

5. Pandemi
Sementara itu, arti pandemi merujuk pada persebaran wabah penyakit yang telah meluas ke nyaris seluruh penjuru dunia.

Pada kasus COVID-19 akibat infeksi virus SARS-CoV-2, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah tunjukkan jika wabah ini masuk ke didalam kategori pandemi menyaksikan kini nyaris seluruh negara di dunia telah mengonfirmasi terdapatnya kasus tersebut di wilayahnya.

6. Isolasi Mandiri (Self-Isolation)
Isolasi independen adalah arti untuk mengartikan suatu kesibukan pencegahan penyebaran virus Corona (SARS-CoV-2). Sesuai bersama namanya, isolasi independen (self-isolation) mengharuskan seseorang untuk ‘mengurung’ dirinya selama beberapa waktu.

Ada 2 (dua) faktor yang memicu seseorang disarankan untuk merintis isolasi independen ini, yaitu:

Seseorang yang tidak tunjukkan gejala COVID-19, tapi baru saja bepergian ke suatu wilayah yang terdampak wabah ini, atau punyai riwayat kontak segera bersama pasien positif COVID-19.
Seseorang yang tidak bepergian ke wilayah terdampak maupun tidak tersedia riwayat kontak segera bersama pasien positif COVID-19, tapi punyai gejala-gejala terkait layaknya batuk, demam, dan sesak napas.
Jika Anda punyai tidak benar satu berasal dari faktor-faktor di atas, sebaiknya segera laksanakan isolasi independen ini. Isolasi independen kebanyakan berlangsung selama 14 hari hingga situasi dirasa membaik.

7. Karantina (Quarantine)
Karantina juga merupakan kesibukan yang jadi anggota berasal dari upaya pencegahan virus SARS-Cov-2. Seseorang yang merintis prosedur karantina ini idealnya telah masuk ke didalam kategori ODP atau PDP dan sedang menanti hasil berasal dari tes COVID-19.

Sama layaknya isolasi mandiri, prosedur karantina ini ditunaikan bersama cara ‘mengurung’ diri di tempat tinggal dan jauhi kontak bersama orang lain yang tersedia di sekitar.

8. Social Distancing
Social distancing atau ‘pembatasan jarak’ kemungkinan jadi arti terkait virus Corona (SARS-Cov-2) yang paling populer di sedang wabah pandemi COVID-19 ini.

‘Social distancing’ yang kini sedang digalakkan jadi cara mencegah penularan COVID-19 yang telah selayaknya diterapkan oleh seluruh orang fungsi mencegah persebaran virus ini lebih luas.

Social distancing adalah kesibukan yang pada intinya menghambat jalinan antar manusia. Kegiatannya bisa meliputi:

Menghindari atau meremehkan segala wujud kesibukan yang melibatkan orang banyak.
Menghindari tempat-tempat di mana terkandung kerumunan, khususnya jika tempat tersebut tidak sangat luas (kantor, pusat perbelanjaan, dsb.).
Apabila terpaksa kudu berada di tempat yang terkandung banyak orang, usahakan untuk memelihara jarak bersama orang lainnya kira-kira 1,5 meter.
Menghindari kesibukan yang melibatkan kontak fisik layaknya bersalaman, berpelukan, berciuman.
Menghindari tempat-tempat yang berpotensi jadi episentrum penularan virus layaknya tempat tinggal sakit.
Penerapan social distancing ini tentu saja perlu kerjasama yang baik berasal dari seluruh pihak baik itu masyarakat, Pemerintah, dan instansi terkait lainnya. Oleh dikarenakan itu, sosialisasi yang masif serta kesadaran berasal dari tiap-tiap individu jadi sangat mutlak fungsi menopang kelancaran upaya pencegahan yang satu ini.

9. Imported Case
Jika Anda ikuti pertumbuhan wabah COVID-19, khususnya di Indonesia, arti ‘imported case’ kemungkinan juga kerap muncul. Apa itu ‘imported case’?

Menurut Kemenkes RI, imported case adalah kasus pasien positif COVID-19 yang mana pasien tersebut terkonfirmasi positif sesudah lagi berasal dari perjalanan ke wilayah negara yang terdampak wabah penyakit ini.

10. Transmisi Lokal (Local Transmission)
Selain ‘imported case’, pola penularan virus SARS-CoV-2 juga bisa melalui transmisi lokal (local transmission).

Pada kasus ini, seseorang tertular COVID-19 pada pas ia berada di suatu wilayah terdampak wabah, tapi wilayah tersebut tetap berada di didalam negeri.

11. Rapid Test
Rapid test adalah arti yang merujuk pada prosedur kontrol untuk mendiagnosis seseorang apakah ia positif atau negatif terinfeksi SARS-CoV-2.

Sesuai bersama namanya, rapid test memungkinkan dokter dan tenaga medis lainnya untuk bisa menyadari standing infeksi COVID-19 pada seseorang didalam pas yang relatif singkat yakni hanya didalam hitungan menit hingga maksimal 2 jam.

12. Antiseptik
Cairan antiseptik jadi barang yang vital di sedang wabah COVID-19. Lantas, apa memang makna berasal dari kata ‘antiseptik’ itu sendiri?

Antiseptik adalah zat yang diformulasikan tertentu untuk mencegah sistem tumbuh kembang mikroorganisme, tidak jika virus yang bisa saja bersemayam di anggota luar tubuh layaknya tangan.

13. Disinfektan
Kendati fungsinya sama-sama untuk membasmi mikroorganisme ‘jahat’ layaknya bakteri dan virus, bakal tapi disinfektan berlainan berasal dari antiseptik.

Penggunaan disinfektan yang kebanyakan bersifat cairan ini lebih untuk mensterilisasi objek tidak hidup layaknya perabotan tempat tinggal dan sebagainya.

Itu dia Info tentang sejumlah arti terkait virus Corona (SARS-CoV-2). Dengan menyadari makna berasal dari tiap-tiap istilah-istilah tersebut, dikehendaki Anda bisa lebih bijak dan waspada didalam hadapi wabah COVID-19 ini. Semoga berfungsi dan jaga tetap kesegaran diri Anda beserta keluarga.

Baca Juga :