Kelembaban Relatif (Relative Humadity /RH)

By | September 10, 2020

Kelembaban Relatif (Relative Humadity /RH)Kelembaban Relatif (Relative Humadity

Kelembaban udara yang ekstrim dapat berkaitan dengan buruknya kualitas udara. RH yang rendah dapat mengakibatkan terjadinya gejala SBS seperti iritasi mata, iritasi tenggorokan dan batuk-batuk .

Menurut SK Gubernur No.54 tahun 2008 tahun 2002, agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan, bila kelembaban udara ruang. 60 %  perlu menggunakan alat dehumidifier, dan bila < 40 %  perlu menggunakan humidifier misalnya mesin pembentikan aerasol.

4)    Pencahayaan

Cahaya merupakan pencaran gelombang elektromagnetik yang melayang melewati udara, iluminasi merupakan jumlah atau kualitas cahaya yang jatuh kesuatu permukaan. Apabila suatu gedung tingkat ilmunasinya tidak memenuhi syarat maka dapat menyebabkan kelelahan mata. ( Spengler et al.2000)

5)    Kecepatan Aliran Udara

Pergerakan udara yang tinggi akan mengakibatkan menurunnya suhu tubuh dan menyebabkan tubuh mersakan suhu yang lebih rendah. Namun apabila kecepatan aliran udara stagnan ( minimal air movement) dapat membuat terasa sesak dan buruknya kualiatas udara ( BiNardi 2003)

 

Sumber :

https://kisahsejarah.id/