Kemampuan Pra-Bahasa

By | July 14, 2020

Kemampuan Pra-Bahasa

Sebelum kita mengem¬bang¬kan kemampuan bahasa anak, kita harus memantapkan terlebih dahulu dasar-dasar anak dalam hal kemampuan pra-bahasanya. Kemampuan pra-bahasa sebenarnya merupakan kemampuan yang juga mendasari anak dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya secara umum. Kemampuan ini meliputi empat kemampuan persepstual, yaitu:

1)      Kemampuan Persepsi Auditoris (Persepsi Penglihatan)

2)      Kemampuan Persepsi Visual (Persepsi Pendengaran)

3)      Kemampuan Persepsi Kinstetik (Persepsi Pengesanan Gerak)

4)      Kemampuan Persepsi Taktil (Persepsi Perabaan)

Dasar pemikiran konsep pra-bahasa ini adalah: Semakin mantap kemampuan pra-bahasa anak akan semakin mantap pula pengembangan kemampuan bahasa selanjutnya. Karena cakupannya luas, maka terdapat beragam latihan dan kegiatan untuk pengembangan kemampuan pra-bahasa ini. Dalam pelaksanaannya, sebagai guru TK, Anda bisa memasukkannya dalam kegiatan yang mengawali proses pembelajaran maupun kegiatan tambahan semacam remedial.

Jenis-jenis kegiatan dan latihan ini terdapat dalam lampiran yang terpisah dengan judul Prosedur Remedial (Sorfentein, 1993). Sistematika lampiran terdiri atas (1) konsep sederhana mengenai masing-masing persepsi dan (2) teknik dan langkah-langkah pengembangannya.

  1. Metode Pengembangan Bahasa Anak
  2. Metode Bercakap-Cakap

Pengertian

Dra. Moeslikhaton R. MPd (1999:92) menuliskan bahwa bercakap-cakap dapat berarti komunikasi lisan antara anak dan guru atau antara anak dengan anak melalui kegiatan monolog dan dialog. Kegiatan monolog dilaksanakan di kelas dengan cara anak berdiri dan berbicara di depan kelas atau di tempat duduknya, mengungkapkan segala sesuatu yang diketahui, dimiliki dan dialami, atau menyatakan perasaan tentang sesuatu yang memberikan pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, atau menyetakan keinginan untuk memiliki atau bertindak sesuatu.

 Menurut Hilderbrand, (1986:297) pada buku Metode pengajaran di TK karangan Dra. Moeslichatoen R, MPd (1999:26) bercakap-cakap berarti saling mengomunikasikan pikiran dan perasaan secara verbal atau mewujudkan kemampuan bahasa reseptip dan ekspresif. Lain pula menurut Gordin & Browne 1985:314 pada buku yang sama dikatakan bahwa bercakap-cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam suatu situasi.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode bercakap-cakap adalah suatu cara penyampaian bahan pengembangan bahasa yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak, yang dikomunikasikan secara lisan dan merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi, dimana satu dengan yang lainnya saling mewujudkan bahasa yang reseptif dan ekspresif dalam suatu dialog yang terjadi dalam suatu situasi

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/