PEMBAHASAN MASALAH

By | December 5, 2019

Table of Contents

PEMBAHASAN MASALAH

PEMBAHASAN MASALAH

PEMBAHASAN MASALAH

Hubungan Negara dan Korupsi

Beberapa dekade lalu dunia ini dikejutkan oleh kenyataan bahwa banyak negara mengalami kebangkrutan karena tidak berfungsinya administrasi publik secara efektif. Kemiskinan, memburuknya tingkat kesehatan masyarakat, serta ketidak adilan distribusi pendapatan menjadi persoalan yang bersifat endemik di seluruh dunia. Beberapa negara yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah justeru mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah, meskipun di negara tersebut memiliki angkatan kerja yang terdidik (Rose-Ackerman, 2006).

Para ahli ekonomi, politik, dan administrasi publik tertarik terhadap fenomena ini. Mereka kemudian melakukan serangkaian tulisan yang mendalam. Tulisan yang dilakukan oleh Rose-Ackerman atas permasalahan ini menyimpulkan bahwa biang teradinya ironi dan paradok tersebut adalah tidak berfungsinya institusi negara dan swasta (Rose-Ackerman, 2006). Sementara Keefer dan Knack berkesimpulan lebih konkrit bahwa akar persoalannya adalah tingginya indeks korupsi di negara-negara penerima bantuan (Keefer & Knack, 1995).

Dalam konteks akademik, ”korupsi” merupakan bahasan penting dari banyak disiplin ilmu, antara lain antropologi, sosiologi, politik dan administrasi publik. Pandangan masing-masing didiplin ilmu terhadap ”korupsi” sangat dipengaruhi oleh kekhususan disiplin ilmu tersebut. Implikasinya, pengertian dan definisi tentang korupsi menjadi sangat beragam dan diterapkan dalam konteks yang sangat kompleks. Bowles (1999) mengintrodusir berbagai definisi tentang korupsi yang beraneka ragam itu kedalam dua kelompok, yaitu definisi yang sempit dan definisi yang luas.

Sedangkan definisi korupsi secara luas pernah dikemukakan oleh para penulis teori-teori politik klasik seperti Plato dan Aristotoles, sebagaimana diuraikan oleh Bouckaert (1996) yang mendefinisikan korupsi sebagai perilaku yang merugikan negara, baik dilakukan secara illegal maupun legal. Bagi para penulis teori-teori politik klasik serta para penulis yang lebih kemudian yang dipengaruhi oleh pandangan Plato dan Aristoteles seperti Andreski (1978), korupsi tidak selalu dapat diamati sebagai sebuah tindakan illegal, seperti mencuri atau menggelapkan uang negara. Terkadang korupsi terjadi dan dilakukan dengan kesadaran penuh dan dilegalkan oleh negara.

Analisis atas pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah analisis yang sekedar melihat korupsi secara sosiologis, tetapi korupsi diamati dalam kaitan adanya “relasi antara negara dan pasar” atau ”relasi antara negara dan sektor swasta”. Hal ini sebagaimana yang diintrodusir oleh Susan Rose-Ackerman, bahwa korupsi merupakan gambaran hubungan antara negara dan sektor swasta. Terkadang pejabat negara yang menjadi aktor dominan, terkadang justeru pihak swasta yang menentukan (Rose-Ackerman, 2006).

Baca Juga ;