Pemerintah Stop Izin Baru D3 dan D4 Kebidanan

By | November 24, 2019

Pemerintah Stop Izin Baru D3 dan D4 Kebidanan

Pemerintah Stop Izin Baru D3 dan D4 Kebidanan

Pemerintah Stop Izin Baru D3 dan D4 Kebidanan

Proyeksi jumlah tenaga kesehatan yang ada saat ini oleh Dirjen Kelembagaan IPTEK Dikti Patdono Suwignjo

dirasa sudah cukup. Sehingga yang dilakukan fokus pada peningkatan kapasitas pada lembaga pendidikan kesehatan maupun tenaga kesehatan yang sudah ada.

“Persaingan sekolah kesehatan terutama kebidanan, sudah banyak. Sehingga pemerintah sudah tidak membuka izin baru untuk perguruan tinggi yang membuka D3 dan D4, yang kita inginkan adalah peningkatan mutu pendidikan,” ujar Suwignjo, saat di Bojonegoro, Sabtu (2/11/2019).

Salah satu upaya peningkatan mutu itu diantaranya juga dilakukan oleh Akes Rajekwesi yang ada di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Dari yang sebelumnya Akademi Kesehatan (Akes) menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Rajekwesi. Setelah menjadi STIKes maka sekarang bisa menyelenggarakan pendidikan setingkat S1, S2 dan S3.

“Kementerian sudah melakukan evaluasi bahwa Akes Rajekwesi sudah pantas,

sudah memenuhi syarat untuk ditingkatkan statusnya menjadi sekolah tinggi kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga:

Uni Eropa Dukung Penelitan Akademis untuk Kemajuan Indonesia
Program Magang Mahasiswa Bersertifikat, 12 Perguruan Tinggi Gandeng PG
Undang 70 Perguruan Tinggi Edu Fair ke Bojonegoro
Akhiri Kepemimpinan, Rektor ITS Bagi Pengalaman Lewat Closing Lecture
SBMPTN Dibuka Lusa, Ini yang Harus Diperhatikan Pendaftar

Dengan adanya peningkatan status tersebut, diharapkan STIKes Rajekwesi

bisa mencetak tenaga kesehatan yang mumpuni. Sehingga mampu menjalankan amanat Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan sebagai perawat dan bidan tanpa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

“Dengan terbitnya UU tenaga kesehatan itu mengatur bahwa jabatan di RS untuk perawat dan bidan pendidikannya paling rendah D3. Pada 2017 jika pendidikannya masih D3 maka harus meningkatkan pendidikannya dengan menempuh pendidikan profesi,” katanya.

Direktur STIKes Rajekwesi Bojonegoro Fidrotin Azizah mengatakan, kedepan memang banyak tantangan yang harus diupayakan setelah adanya perubahan status tersebut. Termasuk persiapan tambahan program studi baru Strata 1 (S1) Farmasi. “Dalam tahun ajaran baru ini mudah-mudahan persiapan S1 Farmasi sudah matang,” jelasnya.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/8