Pendemo Di Disdik Bangkalan Menyebut ‘Bobroknya Pendidikan Kita’, Ini Alasannya

By | January 28, 2020

Pendemo Di Disdik Bangkalan Menyebut ‘Bobroknya Pendidikan Kita’, Ini Alasannya

Pendemo Di Disdik Bangkalan Menyebut ‘Bobroknya Pendidikan Kita’, Ini Alasannya

Pendemo Di Disdik Bangkalan Menyebut ‘Bobroknya Pendidikan Kita’, Ini Alasannya

Sejumlah massa mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Bangkalan (APPB) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan. Selasa (1/10/2019).

Mereka menyoroti wajah (potret) dunia pendidikan yang ada di Bangkalan.

Dalam selebaran rilies yang di edarkan, pendemo mengawali dengan menyebut “Bobroknya pendidikan kita”.
BacaLagi
MTs Al-Ma’arif NU Fajrul Hidayah Gelorakan Tahsin dan Tahfizul Qur’an
Dongeng Kak Avan, Bangunkan Imajinasi Anak

“Lihat bagaimana banyak sekolah di plosok desa yang tidak layak pembangunannnya, lihat bagaimana sekolah dasar di padesaan tidak ada kepala sekolahnya, masuk jam 08.00 dan keluar jam 10. 30 WIB, lihat seperti apa jam masuk yang sebentar,” desak mereka.

Tak hanya itu, dalam rilies tersebut pendemo juga menyebut banyak bantuan pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) tidak tersampaikan. “Dan lihat banyak dana bos yang dikelola amburadul,” klakarnya.

Dalam rilies yang sama, pendemo juga melayangkan tuntutan sebanyak 6

(enam) poin, yaitu sebagai berikut:

SMP Geger harus segera ada kepala sekolahnya dan harus segera dirombak strukturalnya.
Tiga sekolah SD di Lerpak harus segera diberi kepala sekolah jangan hanya PLT yang tidak pernah melakukan apa- apa, mereka datang ke Lerpak hanya untuk mengambil dana BOS lalu pulang kembali, sedangkan sistem pendidikan dan optimalisasi jam mengajar tidak diperhatikan.
Struktur sekolah tingkat dasar di Lerpak harus ada peremajaan, banyak yang masuk di struktural tapi tidak berfungsi, bahkan ada yang tidak tahu dengan posisinya.
Perbaiki tata kelola dana BOS di Bangkalan khususnya di Desa Lerpak.
Disiplin Guru dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) diperhatikan.
Ketimpangan guru khususnya yang PN antara di Desa dengan kota harus segera ada pemerataan. Jangan biarkan menumpuk di kota, sedangkan di desa kadang hanya satu saja itupun kepala sekolahnya.

Dalam orasinya, pendemo meminta Disdik Bangkalan serius menangani pendidikan

. Jika tidak, pendemo mendesak Plt Disdik mundur dari jabatannya.

“Ini masalah akut, kalau tidak mampu memperbaiki silahkan kepala dinas mundur saja,” teriak orator aksi, Nawir melalui pengeras suara.

Menanggapi hal itu, Moh Ya’kup, Kabid Pengelolaan SD Disdik Bangkalan saat menemui pendemo mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan pendemo dan berkoordinasi dengan wali murid.

“Kita ada berkoordinasi dengan wali murid dan akan mengumpulkan mereka dalam jangka waktu satu minggu,” tandasnya.

Terpisah, H. Subaidi Anggota Komisi D DPRD Bangkalan saat dimintai tanggapannya terkait yang disampaikan pendemo, Ia akan memanggil dinas terkait.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/