Pengaruh Budaya Asing Di Indonesia

By | August 19, 2020

Kebudayaan sebagai cara hidup yang dikembangkan dan dimiliki oleh sekelompok orang dan diwariskan secara turun-temurun. Kebudayaan beragam dan kompleks, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, peralatan, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Budaya Asing di Indonesia

Daftar Daftar Cepat
Bangsa Indonesia di era globalisasi saat ini mungkin saja sedang merusak jati diri bangsa yang sangat kental dengan kesopanan dan budaya ketimuran. Di mata bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki budi pekerti yang sangat baik. Akan tetapi bangsa Indonesia tidak menutupi budaya masyarakat yang ingin masuk ke Indonesia tanpa merusak jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Karena terkadang globalisasi dapat membuat suatu bangsa semakin kreatif tanpa melupakan kesopanan negaranya.

Salah satu kebudayaan yang masuk karena globalisasi (perluasan sarana sosial antar benua), Indonesia juga merubah tingkah laku dan kebudayaan di Indonesia, kebudayaan nasional dan kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketersediaan manusia di Indonesia agar dapat beradaptasi dengan baik kembali dengan berbagai tingkah laku budaya di barat-barat (barat.

Hal ini sering terjadi dengan tipikal remaja Indonesia yang masuk dan meluncurkan pub, disket dan klub malam lainnya, dengan berbagai perilaku menyimpang dan seringkali khas masyarakat di kota besar dan metropolitan. Dalam kasus ini, terdapat berbagai kasus penyimpangan seperti penyalahgunaan zat, berbagai pelanggaran moral dan lain sebagainya. Ini adalah ketersediaan masyarakat Indonesia yang belum bisa beradaptasi dan memilih semuanya masih ‘ngobrol’ dengan budayanya.

Pengaruh Budaya Asing di Indonesia

Dari sekian banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, di antaranya adalah budaya barat. Barat, sesuai namanya, merupakan produk pembangunan di dunia barat yang mengedepankan diri dan kebebasan. Indonesia merupakan bagian dari negara timur yang membutuhkan kerukunan, komando, dan kolektivitas.

Bangsa Barat yang memberikan jejak kaki yang cukup adalah Portugis dan Belanda. Khususnya Belanda, budaya bangsa-bangsa tersebut juga sudah dirasakan dan masuk ke dalam struktur budaya bangsa Indonesia.

Nyatanya, hampir semua “Barat” yang masih eksis masih bisa dilacak dalam tatanan budaya Indonesia. Apalagi dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu komponen budaya non material yang berperan penting dalam pelestarian budaya. Selain pendidikan, mekanisme administrasi negara-negara barat yang dulunya ditempati oleh Indonesia yaitu Belanda juga memiliki pengguna sendiri dalam sistem sosial (politik) Indonesia.

Tidak hanya negara Barat saja yang berubah, negara Timur seperti China dan Jepang juga memberikan gelar khusus bagi perkembangan sistem sosial budaya Indonesia. Bahasa Jepang tentunya berpengaruh, yaitu melalui penjajahan singkat di Indonesia. Sedangkan Cina, yang sebelum ini berhubungan dengan nusantara sebelum Islam ada di Indonesia, dan sudah membuat penampilannya sendiri.

Namun saat ini, kekuatan barat yang telah berkembang hampir setiap hari dapat ditemukan melalui media elektronik dan cetak yang sayangnya budaya masyarakat barat yang negatif dan berbeda dengan sifat dan ragam orientasi norma yang membuat mereka menonton dan meniru – Another man for teen Anda menginginkan kebebasan seperti barat.

Seiring berjalannya waktu, generasi penerus negara yang akan menjadi pemimpin negara ini akan memiliki sifat yang lebih condong ke budaya asing yang nantinya akan memudahkan bangsa lain untuk pergi ke berbagai negara atau negara lain. Akhirnya jatuhnya negeri ini tinggal menunggu waktu saja.