Pengelolaan Obat Mengandung Prekursor Farmasi Di Apotek

By | July 20, 2020

Pengelolaan Obat Mengandung Prekursor Farmasi Di Apotek

  1. Pengadaan

Pengadaan obat mengandung Prekursor Farmasi harus berdasarkan Surat Pesanan (SP). Ketentuan mengenai surat pesanan adalah sebagai berikut:

  1. Asli dan dibuat tindasannya sebagai arsip.
  2. Ditandatangani  oleh   Tenaga   Teknis   Kefarmasian   dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor SIKTTK, nomor dan tanggal SP, dan kejelasan identitas pemesan (antara lain nama dan alamat jelas, nomor telepon/faksimili, nomor ijin, dan stempel Toko Obat Berizin);
  3. Mencantumkan nama dan alamat Industri Farmasi/PBF tujuan pemesanan;
  4. Mencantumkan nama obat mengandung Prekursor Farmasi, jumlah, bentuk dan kekuatan sediaan, isi dan jenis kemasan;
  5. Diberi nomor urut tercetak dan tanggal dengan penulisan yang jelas atau cara lain yang dapat tertelusur;
  6. Khusus untuk pesanan obat mengandung Prekursor Farmasi dibuat terpisah dari surat pesanan obat lainnya dan jumlah pesanan ditulis dalam bentuk angka dan huruf.
  7. Apabila pemesanan dilakukan melalui telepon (harus menyebutkan nama penelfon yang berwenang), faksimili, email maka surat pesanan asli harus diberikan pada saat serah terima barang, kecuali untuk daerah-daerah tertentu dengan kondisi geografis yang sulit transportasi dimana pengiriman menggunakan jasa ekspedisi, maka surat pesanan asli dikirimkan tersendiri.
  8. Apabila SP tidak dapat digunakan, maka SP yang tidak digunakan tersebut harus tetap diarsipkan dengan diberi tanda pembatalan yang jelas. Pada  saat  penerimaan obat  mengandung  Prekursor  Farmasi,  harus dilakukan pemeriksaan kesesuaian antara fisik obat dengan faktur penjualan dan/atau SPB yang meliputi:

1)      Kebenaran nama produsen, nama Prekursor Farmasi/obat mengandung Prekursor Farmasi, jumlah, bentuk dan kekuatan sediaan, isi dan jenis kemasan;

2)      Nomor batch dan tanggal kadaluwarsa;

3)      Apabilaobat perkusor yang dipesan dalam kondisi kemasan termasuk segel dan penandaan rusak, terlepas, terbuka dan tidak sesuai dengan SP, maka obat tersebut harus dikembalikan kepada pengirim disertai dengan bukti retur/surat pengembalian dan salinan faktur penjualan serta dilengkapi nota kredit dari Industri Farmasi/PBF pengirim.

  1. Setelah dilakukan pemeriksan, Tenaga Teknis Kefarmasian wajib menandatangani faktur penjualan dan SPB dilengkapi dengan stempel apotek.

Sumber: https://poekickstarter.com/akhir-november-iphone-x-tiba-di-14-pasar/