Penjualan Mobil Semakin Turun Drastis, Mobil Mewah dan Merek Cina Meningkat

By | May 9, 2020

Penjualan mobil agen pemegang brand (APM) sekitar tiga bulan kesatu 2020 mengindikasikan tren penurunan. Namun, di tengah pelemahan pasar, masih ada sebanyak merek yang mencatatkan kinerja positif.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel nasional membukukan 219.361 unit, turun 15,9 persen dikomparasikan kinerja penjualan tahun lalu sejumlah 260.804 unit. Penurunan secara nasional itu dibuntuti oleh melemahya permintaan terhadap merek-merek besar, laksana Toyota dan Honda yang sama-sama turun sebesar 12,5 persen, dibuntuti Daihatsu sebesar 17,5 persen dan Mitsubishi 35,3 persen.

Di samping itu, lemahnya penjualan turut melanda Mitsubishi Fuso yang terkoreksi sebesar 17,5 persen, dilanjutkan Isuzu 10,2 persen, dan Hino sejumlah 42,1 persen.

Yusak Billy, Bussines Innovation & Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan situasi pasar di kuartal kesatu 2020 memang ingin turun dikomparasikan tahun lalu sebab sejumlah faktor, laksana banjir di mula tahun dan pembatasan aktivitas dampak pandemi virus corona.

“Penjualan Honda pun terdampak penurunan pasar, meskipun permintaan guna model Honda Brio Satya masih lumayan baik. Kuartal kedua bisa jadi masih bakal terdampak oleh efek pandemi ketika ini,” tuturnya untuk Bisnis sejumlah waktu lalu.

Menurutnya, meski diduga memburuk, masih susah dan terlampau dini untuk menebak secara pasti situasi pasar di kuartal kedua sebab situasi berubah begitu cepat. Dia bercita-cita pelemahan tidak dilangsungkan lama dan pasar bisa segera bangkit.

Di sisi lain, sebanyak APM malah mencatatkan perkembangan di tengah pelemahan, di antaranya ialah Suzuki, DFSK, BMW Group (BMW dan Mini), dan Lexus. Suzuki tumbuh 7,9 persen secara tahunan, sedangkan DFSK melesat 188 persen, dibuntuti BMW 2,9 persen beserta Mini 16 persen, dan Lexus tumbuh 2,7 persen.

Arviane D. Bahar, Public Relation dan Digital Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK) menuliskan peningkatan terjadi sebab pada 2019 DFSK melulu menjual 2 model, yaitu Glory 580 dan Super Cab. Sementara tahun ini memasarkan 3 model diperbanyak Glory 560.

“Berdasarkan segmennya, penjualan kendaraan komersial kami berkontribusi 61 persen dari total penjualan, sedangkan kendaraan penumpang 39 persen,” kata Arvianne.

Dia menambahkan, Super Cab menjadi tulang punggung penjualan DFSK pada tiga bulan kesatu tahun ini dengan kontribusi 61 persen, dibuntuti 30 perseb penjualan Glory 560, dan 8 persen Glory 580.

Sementara itu, General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja melafalkan dari total penjualan sejumlah 271 unit, model sport utility vehicle (SUV) menjadi donatur terbesar dengan kontribusi sebesar 84,5 persen.

Sepanjang tiga bulan kesatu ini, penjualan pabrik ke dealer atau wholesales pun mengalami pelambatan sebesar 7,9 persen, dari 255.191 unit pada 2019, menjadi 236.825 unit. Adapun, kinerja buatan pabrikan bertambah 3,9 persen secara tahunan.

Sumber: