Perhatikan Dua Hal Ini Saat Memilih Belajar di Luar Negeri

By | August 18, 2019

Perhatikan Dua Hal Ini Saat Memilih Belajar di Luar Negeri

Perhatikan Dua Hal Ini Saat Memilih Belajar di Luar Negeri

Perhatikan Dua Hal Ini Saat Memilih Belajar di Luar Negeri

Saat ini banyak pelajar Indonesia yang memilih untuk belajar di luar negeri.

Namun, sebelum memilih sebuah institusi pendidikan berkualitas sebagai tempat belajar ada dua hal yang harus diperhatikan. Apa sajakah itu?

CEO Quest International University Perak (QIU), salah satu institusi pendidikan tinggi di Ipoh-Malaysia, Nicholas Goh mengatakan pendidikan, sebagai aspek paling penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, menjadi salah satu alasan khusus agar siswa Indonesia setidaknya memiliki pengalaman sekolah di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

“Pengalaman ini akan mempertajam kemampuan literasi berbahasa Inggris,

” ungkap dia di sela media gathering di Jakarta, Senin (9/12).

Namun, lanjut Nicholas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih institusi pendidikan berkualitas untuk masa depan para siswa. Hal pertama adalah standard pendidikan internasional. Dengan standard ini, para belajar dengan sistem yang memang sama dengan negara-negara maju lainnya. Ditambah lagi, dengan memajukan penelitian yang membuat pengetahuan terus berkembang dan sejalan dengan perubahan serta perkembangan teknologi yang terus bergerak.

“Dengan standar internasional untuk memaksimalkan pendidikan yang berkualitas,” paparnya.

Nicholas menyebutkan salah satu penelitian yang tengah dilakukan adalah mengenai penemuan QIU

mengenai daur ulang sampah plastik ini. Penelitian ini menemukan tujuh plastik yang dapat didaur ulang menjadi batu-bata. Dengan demikian nilai plastik bekas akan sangat berharga sehingga masyarakat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, lanjutnya, dengan standar internasional itu menjadikan institusi pendidikan tersebut pun diminati oleh siswa dari berbagai penjuru dunia. Misalnya saja di QIU yang telah menerapkan pendidikan standar internasional yang saat ini memiliki siswa sebanyak 2000 orang yang berasal dari 36 negara, menuntut ilmu di lingkungan belajar yang multikultural serta kondusif meskipun jauh dari rumah.

Menurut Nicholas, hal kedua yang harus diperhatikan adalah pendidikan yang mengedepankan siswa untuk siap bekerja. Sehingga kurikulum yang diterapkan lebih banyak melibatkan siswa pada kehidupan pekerjaan secara nyata dan langsung. Sekaligus mereka siap dam menghadapi setiap tantangan yang terjadi di dunia kerja sesungguhnya. Untuk melibatkan para siswa dan menanamkan mereka rasa lapar pengetahuan, institusinya pun melakukan pencampuran teori dan praktik dalam pendidikan.

“Kami memastikan bahwa program yang dilaksanakan relevan dengan industri menggunakan metode pengajaran motivasi yang sangat efektif. Kami juga menciptakan lulusan siap kerja melalui kesempatan praktik yang besar,” jelas Nicholas sembari menambahkan saat ini QIU memiliki lima fakultas dengan lebih dari 40 jurusan.

 

Baca Juga :