Premi BPJS Naik, Rekan Indonesia: Bukti Jokowi Tidak Pro Rakyat Kecil

By | November 24, 2019

Premi BPJS Naik, Rekan Indonesia: Bukti Jokowi Tidak Pro Rakyat Kecil

Premi BPJS Naik, Rekan Indonesia Bukti Jokowi Tidak Pro Rakyat Kecil

Premi BPJS Naik, Rekan Indonesia Bukti Jokowi Tidak Pro Rakyat Kecil

Dinaikannya premi BPJS kelas 3 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.500 sangat disesalkan oleh Relawan Kesehatan

(Rekan Indonesia) Indonesia, karena kenaikan ini akan berdampak pada bertambahnya beban hidup rakyat kecil. Mengingat, kepesertaan mandiri kelas 3 didominasi oleh rakyat berpenghasilan sedang dan pas-pasan.

Pasal 34 Perpres No.75 Tahun 2019 yang diteken Jokowi menyebutkan, iuran BPJS Kesehatan kelas Mandiri III dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III naik Rp16.500. Itu berarti pengeluaran rakyat kecil bertambah Rp 16.500 dikali jumlah anggota keluarga yang tercantum dalam KK.

Hal ini disampaikan oleh Ervan Purwanto, Sekretaris Nasional Rekan Indonesia dalam siaran persnya yang disebar melalui media sosial, Kamis 31/10/2019.

“Jika satu keluarga terdapat 4 anggota keluarga yang tercantum dalam KK maka dalam sebulan rakyat kecil harus menambah pengeluarannya sebesar Rp 66.000 per bulan. Sementara yang memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih dari 4 jelas akan semakin besar tambahan pengeluaran yang harus dikeluarkan” jelas Ervan biasa dia dipanggil.

Masih menurut Ervan, tambahan pengeluaran sebesar Rp 66.000 itu setara dengan 7,3 liter beras.

Itu artinya mengurangi biaya pembelian beras untuk makan selama seminggu.

“Bayangkan jika rakyat yang berpenghasilan pas-pasan, itu berarti harus mengurangi jatah makannya selama seminggu setiap bulannya hanya untuk membayar premi BPJS” jelas Ervan.

Keputusan Jokowi menaikan premi kelas 3 dalam pepresnya no.75/2019 adalah keputusan yang menyengsarakan rakyat kecil, dan membuktikan Jokowi tidak berpihak pada rakyat kecil.

“Selama ini BPJS selalu membandingkan dengan harga rokok. Tapi BPJS jangan lupa

kalau rakyat tidak merokok maka mati, tapi jika tidak makan seminggu apa jadinya bangsa ini” kesal Ervan.

Ervan juga memaparkan hasil study Rekan Indonesia terhadap dampak kenaikan BPJS yang dilakukan oleh divisi litbang Rekan Indonesia.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/3