Selective Mutism, Kondisi Mogok Bicara pada Anak

By | September 20, 2019

Selective Mutism, Kondisi Mogok Bicara pada Anak

Dikutip dari website NHS, selective mutism atau pun dikenal sebagai bisu selektif, ialah sejenis gangguan kegelisahan yang parah. Kondisi tersebut membuat seseorang tidak dapat berkata dalam kondisi sosial tertentu, seperti saat berhadapan dengan kerabat yang jarang didatangi atau rekan sebaya yang baru dikenal.

Berdasarkan keterangan dari para peneliti, gangguan ini seringkali dimulai sekitar masa kanak-kanak. Namun, juga dapat berlanjut sampai dewasa, terutama andai kondisi itu tidak ditangani dengan baik.

Sekilas situasi ini serupa demam panggung, namun tentunya mempunyai tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi. Penderita selective mutism bukannya menampik atau memilih guna tidak berbicara, mereka benar-benar tidak bisa melakukan tersebut dalam kondisi tertentu.

Di samping itu, selective mutism pun memengaruhi selama 1 dari 140 anak-anak. Namun, situasi tersebut lebih tidak jarang ditemukan pada anak wanita atau anak-anak yang belajar bahasa kedua.

Kendati demikian, anak dengan bisu selektif tetap dapat berkata dengan bebas dan lancar untuk orang-orang yang menciptakan mereka nyaman, laksana orang tua, saudara kandung, atau sahabat.

1. Tanda-Tanda Selective Mutism

Selective mutism seringkali dimulai pada umur dini, sekitar usia dua hingga empat tahun. Tanda kesatu lazimnya akan tampak ketika anak mulai berinteraksi dengan orang-orang di luar family mereka, seperti saat si kecil mulai diletakkan di penitipan anak atau masuk sekolah.

Tanda mula yang sangat mencolok ialah kemampuan anak ketika berinteraksi dengan orang lain, yang ditandai dengan keheningan tiba-tiba atau ekspresi wajahnya yang seketika kaku saat dia diinginkan untuk berkata dengan seseorang yang sedang di luar zona nyamannya.

2. Penyebab Selective Mutism

Para berpengalaman memandang bisu selektif sebagai suatu ketakutan atau fobia berkata kepada orang-orang tertentu. Penyebabnya tidak tidak jarang kali jelas, tetapi berhubungan dengan kecemasan. Nah, berikut ialah beberapa pemicu yang tidak jarang dikaitkan dengan selective mutism:

faktor genetika
gangguan sensorik
Masalah lingkungan

3. Penyembuhan Selective Mutism

Penyembuhan bisu selektif bisa melibatkan kombinasi antara psikoterapi dan obat-obatan. Meski demikian, psikoterapi pastinya menjadi rekomendasi kesatu yang akan diberikan dokter untuk penderita gangguan kegelisahan ini.

Dalam urusan ini, strategi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) ialah jenis penyembuhan yang sangat sering digunakan untuk selective mutism. Melalui terapi ini, anak-anak bakal diajarkan secara bertahap untuk tercebur dalam perilaku berkata yang lebih banyak.

Jangan anggap remeh selective mutism karena andai tidak diobati dengan baik, kondisi tersebut akan terus menempel hingga anak dewasa. Di samping itu, melewati penanganan dini, anak tentunya bakal mempunyai peluang yang lebih banyak untuk sembuh.

Sumber : http://www.cknowlton.yournextphase.com/rt/message.jsp?url=https://www.pelajaran.co.id