Tataran Ilmiah

By | January 23, 2020

Table of Contents

Tataran Ilmiah

Tataran Ilmiah

Tataran Ilmiah

Dalam tataran ilmiah, bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah, sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti. Bahasa indonesia yang baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh semua pihak. Contoh tataran ilmiah: makalah, skripsi, tesis, disertasi, dll.
contoh:
Sebagai usaha meningkatkan pendapatan individu pada umumnya dan masyarakat daerah Wirosari pada khususnya, penduduk di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan telah berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri, yaitu dengan mendirikan industri kecil genting. Keberadaan industri kecil genting tersebut merupakan salah satu potensi yang memiliki peran yang strategis didalam memajukan roda perekonomian suatu bangsa.
Tataran Semi Ilmiah
Wacana Semi Ilmiah  adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering “dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Jenis-Jenis Wacana Semi Ilmiah : Artikel,Editorial,Opini,Feuture,Reportase.
contoh: 

Jakarta Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman menjawab soal polemik penyerahan kasus simulator SIM dari Polri ke KPK yang diisukan mandeg. Sutarman menegaskan, Polri siap menyerahkan sekarang juga kasus simulator SIM ke KPK.

“Sekarang juga Polri siap menyerahkan,” tegas Sutarman saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/10/2012).

Sutarman kembali menegaskan, tidak ada syarat atau penghambat yang menyebabkan Polri menunda-nunda penyerahan kasus ke KPK. Kabar yang beredar, Polri berpatokan pada KUHAP dan KPK pada UU 30/2002.

“Tidak ada,” tegas Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyampaikan Polri menegaskan komitmennya untuk mematuhi instruksi Presiden SBY menyerahkan tersangka kasus simulator dan kasus itu ke KPK.

“Polri siap menyerahkan sekarang juga ke KPK, dengan menghentikan dulu penyidikannya maupun melimpahkan penyidikan tanpa menghentikan penyidikan. Tinggal kesiapan KPK untuk menerima,” tegasnya.