Teknik dasar, peraturan, dan pengertian lompat jauh

By | January 10, 2020

Teknik dasar, peraturan, dan pengertian lompat jauh

Lompat jauh adalah olahraga atletik no lompat yang kerap diperlombakan di setiap even olahraga. Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat yang manfaatkan tumpuan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan target lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh kemungkinan ke sebuah titik pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai ke batas paling dekat dari letak titik pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh.

Lompat jauh sanggup dikerjakan dengan lebih dari satu jenis gaya, salah satunya model berjalan di udara. Gaya ini disebut terhitung model menendang. Dengan gerakan kaki yang memutar ke depan atau berjalan selagi melayang di hawa akan memudahkan pelompat dalam mempersiapkan pendaratan.
Dalam jalankan model ini, tungkai diayun dengan kuat tinggi ke depan. Pada selagi jalankan tolakan, tungkai lurus ke bawah dan dibawa ke belakang badan dengan lutut ditekuk. Gerak tungkai ayun masih terangkat sampai posisi horizontal, agar posisi ke dua tungkai muncul seperti sedang berjalan atau berlari. Kemudian, pas sebelum saat mendarat, tangan dibawa ke belakang tubuh dan diayunkan ke depan dengan kuat, selagi kaki dipersiapkan untuk mendarat.

1. Teknik Dasar Lompat Jauh
Keseluruhan rangkaian gerak teknik lompat jauh terbagi dalam awalan, tolakan, melayang di udara, dan pendaratan. Teknik-teknik basic ini wajib dikuasai dengan baik untuk meraih koordinasi gerak yang baik agar menghasilkan jarak lompatan yang jauh.

Awalan

Awalan lari dikerjakan dengan menaikkan kecepatan lari, tetapi masih terpecahkan untuk jalankan tolakan. Pada selagi mendekati papan tolakan, yaitu lebih kurang 3–5 cara terakhir dipersiapkan untuk mengalihkan kecepatan gerak horizontal (lari awalan) kepada kecepatan vertikal (tolakan) dengan cara yang terakhir pendek.
Tolakan

Tolakan dikerjakan sebagai tahap pengalihan telapak kaki tolak untuk terlepas landas. Tujuannya, yaitu menghasilkan gerak mengangkat tubuh ke atas untuk gerak melayang di udara. Saat akan jalankan tolakan, kaki tolak sedikit dibengkokkan, menapakkan kaki, dan meluruskan tungkai untuk terlepas landas. Gerakan tolakan memerlukan kecepatan, kekuatan, dan koordinasi gerakan yang cukup agar gerakannya lebih efektif.

Melayang di Udara

Gerakan kaki yang berjalan sepanjang melayang di hawa akan memudahkan Anda untuk mempersiapkan pendaratan yang baik. Hal-hal yang wajib diperhatikan selagi jalankan gerak melayang di hawa adalah sebagai berikut.
Memelihara keseimbangan badan selagi melayang.
Mengusahakan tahanan hawa sekecil mungkin.
Mengusahakan melayang di hawa sepanjang mungkin.
Mempersiapkan kaki untuk pendaratan.

Pendaratan

Pendaratan dikerjakan dengan persiapan menundukkan kepala, mengayun lengan, dan membawa pinggang ke depan. Dengan demikian, pada selagi pendaratan, bagian badan yang lain tidak menyentuh pasir lebih belakang daripada kaki. Apabila wajib menyentuh pasir, perkenaan dengan pasir wajib lebih depan dari kaki.

Untuk menaikkan kekuatan penguasaan teknik lompat jauh, Anda wajib mengkaji faktor-faktor yang memilih hasil lompatan seseorang, di antaranya sebagai berikut.
Penentuan jarak awalan yang tepat
Penentuan irama lari awalan
Kemampuan menolak dan terlepas landas
Kemampuan gerak melayang
Kemampuan gerak pendaratan

2. Peraturan Dasar Lompat Jauh
Berikut ini lebih dari satu keputusan basic dalam lompat jauh.

Lintasan Lari Awalan

Panjang lintasan lari awalan minimal 40 m, selagi lebarnya minimal 1,22 m dan maksimal 1,25 m. Lintasan dibatasi dengan garis putih selebar 5 cm di sebelah kanan dan kirinya.

Papan Tolak

Papan tolak berbentuk faktor empat, terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok dan di cat putih. Papan tolakan ditanam tidak tidak cukup dari 1 meter dari pinggir dekat daerah pendaratan. Jarak papan tolak dengan segi terjauh dari daerah pendaratan minimal 10 m.
Ukurannya adalah sebagai berikut.
Panjang =1,21–1,22 m
Lebar =1,98–2,02 dm
Tebal =1,00 dm

Papan tolak wajib ditanam di tanah, bagian atasnya rata dengan tanah lintasan lari dan daerah pendaratan. Di belakang garis tolakan dipasang papan plastisin atau bahan lain yang sesuai, yang berguna sebagai pencatat injakan kaki pelompat yang salah dan membekas di papan tersebut.
Bak Pendaratan

Lebar bak pendaratan minimal 2,75 m. Bak pendaratan wajib diisi dengan pasir yang lembut dan basah. Permukaan atasnya wajib datar dan rata dengan permukaan papan tolak.

3. Peraturan Perlombaan Lompat Jauh
Dalam perlombaan lompat jauh, terdapat lebih dari satu keputusan khusus sebagai berikut.

Jika jumlah peserta lebih dari 8 peserta, tiap peserta diberi tiga kali kesempatan melompat dan lantas diambil alih 8 pelompat dengan hasil lompatan terbaik. Jika hasil lompatan yang mirip pada rangkaian yang kedelapan, maka diberikan tiga kali kesempatan lompatan kepada tiap-tiap pelompat. Jika jumlah peserta 8 orang atau kurang, setiap peserta diberikan 6 kali kesempatan lompatan.
Seorang pelompat dinyatakan gagal jika jalankan hal-hal berikut.

Menyentuh tanah di belakang garis batas tumpuan dengan bagian tubuh manapun, baik sewaktu mengakibatkan ancang-ancang lompat maupun sewaktu lari kencang tanpa mengakibatkan tolakan.
Menolak dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum saat maupun sehabis garis perpanjangan garis tumpuan.
Pada selagi mendarat, pelompat menyentuh tanah di luar zona pendaratan atau bak lompat sebelum saat jalankan pendaratan yang benar pada bak pendaratan.
Sesudah melompat dengan sempurna, pelompat berjalan balik melalui bak lompat.
Mendarat dengan jalankan suatu gerakan salto.

Semua lompatan wajib diukur dari daerah bekas pendaratan di bak lompat ke balok tumpuan.
Cara pengukuran wajib tegak lurus dengan garis tumpuan atau perpanjangannya. Pengukuran dikerjakan dari segi bekas pendaratan yang paling dekat dengan balok tumpuan selanjutnya ditarik lurus ke segi balok tumpuan yang dekat dengan bak lompat

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :