Tembakau Mampu Tangkal Virus Ebola

By | November 13, 2019

Tembakau Mampu Tangkal Virus Ebola

Saat ini dunia dikejutkan dengan serangan virus ebola yang sudah menewaskan 1.350 orang. Namun Indonesia dinilai tak wajib panik, karena punyai banyak tanaman tembakau yang diperkirakan sanggup menjadi obat untuk virus ebola.

Guru Besar Biocell Universitas Brawijaya (Unibraw) Profesor Sutiman menjelaskan, tak sekedar punyai fungsi berasal dari segi bisnis, tembakau juga sanggup dipergunakan untuk membawa dampak vaksin yang sanggup menghindar penularan virus ebola. Dia apalagi membuktikan dengan modal ilmu yang cukup, bakal mudah mengubah racun menjadi obat.

Indikasi orang terserang virus ebola adalah badan mulai panas selama dua hari sampai tiga pekan, tenggorokan sakit, otot pegal-pegal, kepala pening, muntah-muntah dan diare. Setelah itu bakal terjadi penurunan fungsi hati dan ginjal dan darah terlihat berasal dari pori-pori kulit.

“Namun penyakit ini sanggup dicegah gunakan vaksin berasal dari tembakau,’’ ujar Sutiman yang juga pendiri “Rumah Sehat dengan Terapi Rokok” di Jakarta, Senin (25/8).

Lebih lanjut dia menjelaskan, di di dalam tanaman tembakau terdapat tobacco mozaic virus yang sanggup disisipi gen antibodi untuk antiebola. Dengan demikian, katanya, tanaman tembakau sanggup memproduksi vaksin antiebola.

Selain untuk pencegahan ebola, tembakau dinilai punyai banyak fungsi untuk kesehatan, seperti untuk membuat sembuh sakit perut dengan memasukkan asapnya lewat dubur.

“Itu sebetulnya mengagetkan banyak orang. Tapi bagi orang yang mengerti tidak mulai kaget lagi, karena tembakau sebetulnya punyai banyak manfaat,” imbuhnya.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Oleh karena itu dia terlampau menyayangkan seumpama pemerintah mengartikan international tobacco day sebagai hari antitembakau, padahal yang benar adalah hari tanpa merokok. Pemerintah dinilai wajib meluruskan hari tanpa tembakau karena tembakau sanggup memberi tambahan banyak fungsi bagi kebugaran sejak abad ke-15.

Dia juga membuktikan siap membawa dampak vaksin antivirus ebola seumpama Universitas Brawijaya dipercaya pemerintah untuk memproduksinya. Namun dia menilai permasalahannya bukan langkah membawa dampak vaksin itu, tetapi bagaimana mengembangkan dan memasarkannya.

Sutiman mengingatkan seluruh pihak, terlebih pemerintah agar tidak mudah termakan kampanye international yang sanggup memusnahkan kekayaan hayati tembakau di Indonesia. Hal ini karena Indonesia punyai banyak varietas tembakau yang tidak ada di tempat lain seperti tembakau Madura, Jember dan Temanggung.

“Nah itu yang mestinya dipelajari biar tidak rugi di dalam jangka panjang sebagaimana yang sudah terjadi terhadap minyak kelapa. Jadi, kampanye tentang tembakau jangan ngawur, wajib mencerdaskan. Sebab, tembakau itu manfaatnya banyak,’’ tandasnya.

Baca Juga :