TUJUAN DAN PROSEDUR

By | March 5, 2020

Table of Contents

TUJUAN DAN PROSEDUR

TUJUAN DAN PROSEDUR

TUJUAN DAN PROSEDUR

Tujuan (objective) adalah apa yang ingin dicapai seseorang. Prosedur (procedure) adalah teknik-teknik yang diterapkan untuk mencapai tujuan. Auditor internal memiliki seperangkat tujuan dan prosedur yang berbeda dalam pekerjaan mereka. Tercakup didalamnya tujuan dan prosedur operasi serta tujuan dan prosedur audit.
Tujuan dan Prosedur Operasi
Tujuan operasi (Tujuan dan Prosedur Audit operating objective) adalah akhir yang akan dicapai oleh manajer operasi dan karyawan-karyawannya. Salah satu tujuan operasi untuk aktivitas pembelian adalah membeli barang dan jasa yang tepat, pada harga yang tepat,pada waktu yang tepat,dan pada kualitas yang tepat. Setiap tujuan ini dicapai melalui prosedur-prosedur atau teknik-teknik. Misalnya, salah satu prosedur yang digunakan untuk memastikan dibelinya barang yang tepat adalah digunakannya pesanan pembelian dari departemen pemesan yang menjelaskan dengan tepat barang yang akan dibeli.
Auditor internal tidak mampu mengevaluasi sebuah operasi jika mereka tidak sepenuhnya memahamihal yang diharapkan untuk dicapai dari operasi tersebut yaitu tujuan-tujuannya.Oleh karena itu, semua program audit harus mengindentifikasi tujuan operasi yang pencapaiannya akan dievaluasi oleh auditor.
Tujuan audit dapat bersifat umum, bisa juga khusus. Tujuan utama audit diupayakan tercapai dalam semua penugasan dan dituntun oleh lingkup audit yang diberikan manajemen dan dewan komisaris ke kepala bagian audit. Misalnya, auditor internal mungkin dibatasi hanya pada masalah-masalah akuntansi dan keuangan. Dalam kasus ini tujuan umum audit mereka mungkin diarahkan hanya untuk menentukan kendala dan integritas informasi keuangan; ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum, dan regulasi dan pengamanan aktiva.
Namun jika lingkup audit mereka komprehensif, maka tujuan umum auditnya akan mencakup juga penelaahan laporan operasi di samping evaluasi penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien serta pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan untukop
Tujuan khusus audit terkait dengan tujuan operasi. Misalnya,jika tujuan pembelian adalah membeli barang yang tepat,maka tujuan auditnya adalah menentukan apakah sistem yang dirancang untuk melihat apakah tujuan operasi telah dicapai dan apakahbarang yang tepat memang telah di beli.
Prosedur-prosedur audit (audit procedures) adalah teknik-teknik yang di terapkan auditor untuk menentukan apakah tujuan operasi telah dicapai.Sebagai contoh, program audit akan berisi pemeriksaan auditor atas sempel pesanan pembelian dan melihat apakah pesanan tersebut dilengkapi dengan permintaan pembelian.  
Periklanan. Periklanan biasanya berhubungan dengan agensi periklanan. Agensi tersebut normalnya akan menagih biaya yang terjadi ditambah komisi berdasarkan biaya tersebut. Keyakinan terbaik yang dimiliki auditor untuk menentukan apakah apakah biaya-biaya tersebutdicatat dan jumlahnya wajar. Tujuan audit adalah dengan cara mengaudit catatan dan prosedur operasi yang dimiliki agensi. Prosedur operasi lainnya seperti pembuatan anggaran iklan,pemilihan media yang tepat, atau penetapan control keuangan untuk agensi tersebut jelas berada diluar lingkup audit.
Pelepasan aktiva.Dalam audit kontrol atas aktiva-aktiva yang dilepas, auditor umumnya tidakbisa menentukan sendiri apakah pelepasan aktiva telah dilakukan dengan layak.Hanya dengan menelaah persetujuan tertulis yang diberikan orang yang bertanggung jawab atas pelepasan tersebut, sesuai dengan prosedur yangditetapkan atau menentukan apakah pelepasan mengikuti prosedur yang ditetapkanakan memenuhi tujuan audit.
Kontribusi Medis Karyawan.Salah satu tujuan audit bisa berupa penentuan validitas pengurangan gaji karyawan untuk kontribusi opsi asuransi kesehatan. Apakah kontribusi karyawan bisa menutupi biaya opsi merupakan pertanyaan yang bagus, tetapi tidak relevandengan tujuan audit. Prosedur audit untuk menentukan apakah pengurangan gaji didukung formulir otorisasi tertulis merupakan prosedur yang cepat dan relevan.
Perlindungan lingkungan dan alat tanda bahaya.Seorang auditor internal ingin menentukan apakah alat tersebut dipasang dan beroperasi dengan layak. Prosedur audit yang mungkin menarik, tetapi tidak relevan, adalah memeriksa dokumen spesifikasi alat tanda bahaya dari arsistek,memeriksa faktur pembayaran alat tersebut, atau melakukan tanya jawab denganpegawai keamanan pabrik. Satu-satunya prosedur yang akan memberikan keyakinan tentang pemasangan dan operasi alat tersebut adalah pengamatan penempatan alat dan melakukan uji langsung.
Persediaan.Tujuan auditnya adalah menentukan apakah persediaan dalam jumlah yang signifikasi telah disajikan dengan benar. Beberapa prosedur audit mungkin relevan tetapi tidakefektif, seperti mendapatkan pernyataan dari manajemen,atau membuat bagan alir siklus persediaan,atau melakukan wawancara dengan karyawan. Prosedur yangefektif adalah melakukan atau menelaah persediaan fisik dan mendapatkanpenilaian dari ahli.
Pembelian tanah.Tujuan auditnya adalah untuk memverifikasi kepemilikan legal atas tanah yangakan di beli. Pemeriksaan atas akta kepemilikan merupakan prosedur yang menarik tetapi tidak menyeluruh karena dokumen-dokumen tersebut mungkin sudah di ganti.Cara yang lebih meyakinkan untuk menentukan kepemilikan sah tanah tersebut adalah dengan memeriksa catatan terbaru atas tanah di kantor pengadilan lokal.
Aktivitas nonprofit.Banyak tujuan audit yang bisa diterapkan untuk audit atas organisasi nonprofit(nirlaba). Audit berorientasi manajemen akan menentukan apakah aktivitas sesuaidengan tujuan yang ditetapkan.Jadi prosedur tepat untuk hal ini adalah menentukan misi organisasi,standar apa yang telah ditetapkan untuk mengukurkinerja guna pencapaian misi tersebut, dan seberapa jauh standar telah dicapai.
Utang. Misalkan sedang dilakukan audit untuk kemungkinan kelebihan pembayaran utang. Berdasarkan sistem yang ada,pembayaran dilakukan berdasarkan perbandingan dokemen pembelian, penerimaan, dan penagihan. Kadang-kadang terjadi pembayaran persial.Membandingkan catatan setiap pembayaran akan menyulitkan. Lebih produktif untuk menghindari kelebihan pembayaran. Akhirnya, prosedur yang tepat adalah mengambil sampel dan membandingkan jumlah yang dibayar dengan batas pesanan pembelian. Memeriksa mulai dari pesanan pembelian, laporan penerimaan, atau faktur bukanlah prosedur audit yang menyeluruh.
Gaji. Misalkan tujuan audit adalah memverifikasi pembebanan biaya gaji ke akun-akun tertentu. Banyak prosedur audit yang bisa diterapkan dalam audit gaji,tetapi tidak relevan dengan tujuan yang ditetapkan. Misalnya, tidaklah relevan untuk merekonsiliasitotal biaya gaji dengan pembebanannya memeriksa kartu waktu kerja untuk melihat apakah ada persetujuan supervisor, atau membandingkan pembebanan biaya gaji dengan jam standar.
Penetapan harga.Untuk menentukan apakah terjadi ketidaktepatan dalam variasi tingkat keuntungan yang diterapkan pada produk di antara masing- masing pelanggan,prosedur yangtepat untuk itu adalah menentukjan bahwa semua harga ditetapkan dengan objektif dan diikuti.Analisis biaya tidak akan efektif dalam kasus ini.
Produksi. Tujuan auditnya adalah untuk membantu manajemen dalam mengevaluasi efektivitas dan efisiensi proses produksi. Prosedur yang tepat untuk tujuan ini adalah membandingkanbiaya aktual dengan biaya standard.
Pembelian. Tujuan auditnya adalah untuk menentukan apakah suatu organisasi kelebihan membeli bahan mentah. Mencari apakah ada standar yang ditetapkan untuk kualitas,kuantitas, dan sumber bahan mentah tidak akan menjawab kelebihan bahan mentah. Yang harus diperhatikan untuk kasus ini adalah menentukan apakah anggaran produksi, pesanan kerja, tingkat persediaan standar, dan jumlah pesanan ekonomis telah dikaitkan dan digunakan untuk menentukan jumlah yang akan dibeli. Analisis akun surplus juga dapat membantu.
Kualitas.Jika seorang auditor ingin mengetahui apakah dan mengapa terjadi penolakan atas produk yang dijual,prosedur audit yang tepat adalah mengevaluasi sejauh mana departemenpenjualan telah mengomunikasikan pengembalian produk ke departemen produksi.Analisis akun barang sisa dan akumulasinya juga dapat membantu. Mencari datavolume penjualan atau peringkat kredit pelanggan jelas tidak relevan. Tujuanaudit yang bisa di terapkan untuk kasus ini adalah mengevaluasi kelayakan standar kontrol mutu.
Aktiva yang disewakan. Dalam audit atas organisasi yang memiliki, merawat, dan mengoperasikan aktiva yang disewakan, tujuan auditnya adalah menentukan kelayakan bebanperawatan. Prosedur audit yang tepat adalah menelusuri jurnal-jurnal tertentudalam akun beban pemeliharaan ke pesanan kerja yang berkaitan.